Tanah Dibangun SD 1 Angantaka, Pekak Manis Belum Terima Pengganti Sejak 1966

Wayan Manis (pakai topi) didampingi anaknya saat bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa (dua dari kanan).
466 Melihat

MANGUPURA, posbali.co.id – Setelah informasi Subak Balangan yang tidak kebagian air selama 20 tahun, kini muncul informasi baru yang tidak kalah lamanya. Yakni Gedung Sekolah Daerah (SD) 1 Angantaka, Kecamatan Abiansemal, merupakan hak milik warga Banjar Desa, desa setempat, I Wayan Manis. Sejak dibangun sekolah tahun 1966, kakek berusia 76 tahun itu belum diberikan tanah penukar sebagaimana yang dijanjikan.

Berkenaan dengan itu, Pekak Manis yang dituntun kedua putranya nekat mendatangi Gedung DPRD Badung, Selasa (3/3) sore. Kehadiran pemilik tanah sah itu menyampaikan permasalah yang menimpa dirinya. Saat itu ia merelakan tanahnya untuk dibangun sarana pendidikan lantaran akan diberikan penukar tanah. Hanya saja hingga 55 tahun berlalu, tanah yang dijanjikan tak kunjung diterima.

Wakil Ketua DPRD Badung I Wayan Suyasa yang menerima aduan tersebut merasa prihatin. Bagaimana tidak, tutur dia, warga yang bersedia merelakan tanahnya untuk ditukar demi pendidikan anak bangsa justru luput dari perhatian. “Usianya sudah lingsir (tua), ke sini dituntunnya sama anaknya. Beliau (kakek) meminta agar apa yang menjadi haknya bisa diterima untuk anak-anaknya sebelum ia meninggal,” kata Suyasa menirukan ucapan Wayan Manis, ketika ditemui di gedung Dewan Badung, Kamis (4/3).

Selaku wakil rakyat, Suyasa pun terenyuh dan langsung menindaklanjuti permasalah yang diterima dengan mengirimkan berkas sebagai bukti kepemilikan dan lainnya ke Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), Sekretariat Daerah (Setda) Badung untuk ditindaklanjuti.

“Ini perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah, terlebih tanahnya sudah dimanfaatkan sejak lama sebagai gedung SD. Jadi kita perlu saling jaga dan saling menghormati, apalagi usianya sudah lanjut, maka perlu dipikirkan dari sisi kemanusian,” harap Ketua DPD II Golkar Badung itu.

Sementara itu, saat mendatangi gedung dewan, Wayam manis membawa sebendel berkas sebagai bukti kepemilikan yang sah. Di antaranya surat pernyataan kepemilikan sah tanah SD 1 Angantaka yang sejak digunakan pada tahun 1966  hingga sekarang belum menerima penukar atau pengganti, dan belum pernah melakukan pelepasan hak. Dengan demikian, pihaknya meminta untuk dipertimbangkan diberikan tanah pengganti atau dibayar tunai. Surat yang tersebut dibuat 27 April 2020 oleh Wayan Manis  dan ditandatangani pemerintah dasa, PerbekelAngantaka Wayan Candra dan Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa.

Selain surat pernyataan, yang bersangkutan juga membawa surat keterangan dari pemerintah desa setempat membenarkan bahwa tanah seluas 12 are yang dibangun SD 1 Angantaka milik I Wayan Manis. surat tersebut ditandatangani 29 Januari 2021 oleh Sekretaris Desa I Gusti Ngurah Made tas nama perbekel desa Angantaka.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Tapem, Dewa Sudirawan dikonfirmasi terpisah membenarkan pihaknya telah menerima surat dokumen terkait kepemilikan tanah tersebut. Namun, pihaknya mengaku belum mempelajari lebih lanjut. “Sudah kami terima. Tapi, kami belum cek isi pastinya. Tentu akan kami pelajari dulu,” katanya singkat. 020

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.