Tamba-Ipat Kembalikan Kejayaan Jembrana

I Nengah Tamba dan I Gede Ngurah Patriana Krisna (Tamba-Ipat). Foto: alt
684 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – I Nengah Tamba dan I Gede Ngurah Patriana Krisna (Tamba-Ipat) digadang-gadang sebagai kandidat kuat maju dalam Pilkada Jembrana menghadapi petahana. Tamba yang menjadi bakal calon bupati dan Ipat sebagai pendamping, akan diusung Koalisi Jembrana Maju (KJM). Gabungan Partai Golkar, Demokrat, dan Gerindra inipun akan memperjuangkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Tamba mengatakan bahwa keseriusan dirinya maju pada Pilkada 9 Desember mendatang, untuk mengembalikan kejayaan kabupaten di ujung barat pulau Bali ini. Seperti di era keemasan saat dipimpinan Prof. Gede Winasa. “Kami bersatu bersama rakyat, membenahi sektor pertanian, peternakan dan perikanan,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (25/7).

Menurutnya, pemerintah telah berulangkali diberikan cobaan yang menyebabkan anjloknya perekonomian. Mulai dari Perang Teluk, Bom Bali I dan II, hingga saat ini dilanda pandemi Covid-19. Pemerintah, lanjut dia, selalu berbicara tentang sektor pertanian maupun Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang paling mampu bertahan. Namun, kata Tamba, itu hanya sebatas wacana dan tidak digarap serius.

“Adanya pandemi Covid ini adalah pelajaran terakhir buat kita, dan saya hadir disitu. Jadi empat kali kita dilanda musibah, dan pemerintah hanya bicara sektor pertanian, perkebunan, perikanan maupun Usaha Kecil Menengah (UKM), namun tanpa solusi dan tidak dilakukan secara serius. Syukurnya ketahanan pangan kita bagus dan mampu mengatasi permasalahan itu. Karena masyarakat kita sebagian besar memiliki lahan pertanian,” tuturnya.

Tamba pun menyoroti Pemerintah Kabupaten Jembrana, khususnya di sektor pertanian, yakni di bidang persawahan. Di mana saat panen raya, harga gabah anjlok. Bahkan celakanya, hasil produksi itu tidak diolah di daerah sendiri, melainkan dikirim ke luar Bali, dan setelah menjadi beras baru kemudian kembali lagi ke Jembrana untuk dijual kembali. “Jadi itu sudah menjadi kontinyunitas. Seharusnya diolah sendiri sehingga mempunyai nilai tinggi dan menyerap tenaga kerja. Kita kan butuh beras untuk makan,” ujarnya.

Begitu juga hasil perkebunan, seperti cengkih, kakao, kelapa, maupun produk perkebunan lainnya, kata dia, juga mengalami perlakukan yang sama. Yakni harga turun saat panen raya. “Jadi kita akan buka konsursium terhadap produk-produk unggulan yang mempunyai nilai yang bagus. Dan kitalah yang akan membeli itu dengan berkolaborasi dengan bank-bank pemerintah. Sehingga saat masyarakat panen raya tidak ada penyesalan, karena masyarakat ingin happy. Jadi harga pertanian bagus dan produk mereka dibeli dengan harga normal. Ini adalah tanggungjawab pemerintah, dan kami hadira untuk membuat mekanismenya,” jelasnya.

Pihaknya pun akan membuatkan semacam data base untuk mencatat segala hasil produk pertanian, perikanan, dan perkebunan di Gumi Makepung ini. Sehingga pada saat panen raya, maka pemerintah akan mendapatan catatan dan juga rencana kemana akan dipasarkan hasil pertanian itu. “Kita akan main pasar, dan itu tanggungjawab pemerintah. Kita akan manfaatkan Perusda untuk membeli itu, sehingga tidak ada lagi istilah Perusda bangkrut tutup buku. Itu tidak ada,” tandasnya.

Sementara putra Prof. Winasa, Patriana Krisna menambahkan, dirinya siap mendampingi Tamba karena ingin pulang kampung mengabdikan diri untuk mengembalikan kejayaan Jembrana. Apalagi dirinya sudah cukup lama berada di Kediri, yakni sejak 2002. “Tentunya dengan majunya saya mendampingi Pak Tamba dalam Pilkada ini, bapak saya pastinya sangat mendukung dan memberikan dorongan maupun petuah-petuah agar Jembrana ini kembali seperti dahulu. Tentunya dengan sentuhan saya dengan juga pak Tamba,” tuturnya.

Tambah dia, masyarakat menginginkan Jembrana kembali seperti zamannya Winasa yang pro rakyat. Di antaranya, di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan bahkan program kesehatan maupun pendidikan hingga menggratiskan kembali pajak pertanian. “Tentunya itu yang akan dikembalikan dengan sentuhan saya yang seorang teknokrat dan pak Tamba yang seorang politisi senior, sehingga jaringan yang beliau bangun selama ini mempermudah investasi, khususnya dibidang pertanian dan perikanan,” tandasnya.

“Jadi ilmu bapak saya (Winasa-red) akan dipadukan ilmu yang saya miliki di Kediri yang kebetulan bekerja di PUPR yang akan kita padu padankan. Tentunya ini akan mudah dilakukan jika kita memiliki posisi,” pungkas lulusan SI Udayana dan S2 di Brawijaya-Malang bidang teknik mesin. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.