Tak Pakai Masker, Puluhan Warga Disanksi “Push-up”

Warga yang terjaring razia masker di Jembrana, Rabu (25/11), saat diberikan sanksi push-up.
124 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Puluhan warga diberikan sanksi sosial berupa push-up saat razia masker pada Rabu (25/11). Sanksi ini diberikan lantaran warga tersebut tidak memakai masker saat melintas di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru dan di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.

Razia masker melibatkan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jembrana, Kodim 1617/Jembrana, dan Polres Jembrana. Dalam razia kali ini petugas membagi diri dengan menggelar razia di dua lokasi. Yang pertama di Jalan Ngurah Rai, depan SMAN 1 Negara di Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, petugas mendapati 14 orang ditindak karena tidak memakai masker. Lokasi kedua di sebelah timur Jembatan Belli, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, petugas mendapati sebanyak 40 orang tidak menggunakan masker.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Jembrana, I Nyoman Wiastana, menyampaikan, razia masker ini dilaksanakan dalam rangka penegakan protokol kesehatan (prokes). Mengingat sejak beberapa hari belakangan ini di Jembrana kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker, untuk laki-laki diberikan sanksi sosial berupa push-up sebanyak 10 kali dan berjanji akan selalu mamakai masker. Sedangkan bagi yang perempuan, sanksinya membacakan janji tidak akan mengulangi kesalahannya dan akan selalu mematuhi prokes dengan memakai masker.

“Harapannya sanksi ini bisa memberikan efek jera terhadap pelanggar dengan harapan masyarakat sadar akan pentingnya protokol kesehatan,” tegas Wiastana.

Ia menambahkan, dari razia masker yang dilakukan selama ini, razia kali ini merupakan temuan paling banyak yakni sebanyak 54 orang, jika dibandingkan dengan temuan-temuan sebelumnya yang hanya mencapai 30 orang. Dalam razia ini, petugas juga langsung memberikan teguran terhadap warga yang menggunakan masker hanya menutupi mulut atau bibir.  “Banyak yang menggunakan masker, namun salah. Temuan itu juga kita ingatkan dan memberikan teguran,” pungkasnya. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.