Tak Miliki Izin, Tower Disegel dan Pengerjaan Vila Dihentikan

Penyegelan tower yang ada di wilayah Kelurahan Banyuning karena belum mengantongi izin, Selasa (11/8).
292 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng bersama Satpol PP Buleleng, pada Selasa (11/8) melakukan penyegelan terhadap satu tower seluler yang ada di Kelurahan Banyuning, Buleleng. Pada hari yang sama juga dilakukan penghentian pengerjaan hotel/vila di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non-Perizinan A DPMPTSP Buleleng, Ida Komang Sudita, mengatakan, tower seluler yang disegel itu tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sedangkan pengerjaan vila yang dihentikan di Desa Sembiran, sebelumnya sudah mengajukan permohonan IMB, namun sekarang masih ditangguhkan.

Penangguhan ini, lanjut dijelaskan Sudita, karena pembangunannya tidak sesuai dengan rencana. “Izin tanah yang diajukan 86 are, tapi bangunannya kecil. Ada laporan juga jika luas tanah secara keseluruhannya 35 hektare, rencana pembangunannya itu belum sesuai,” kata Sudita.

Kepala Satpol PP Buleleng, Putu Artawan, menegaskan, tindakan penyegelan ini tentu sesuai regulasi yang ada. Dari DPMPTSP Buleleng pun, kata Artawan, sudah memberikan surat teguran sebanyak dua kali terhadap pemilik bangunan dan tower, namun tidak diindahkan. Sehingga, dilakukan penyegelan sebagai bentuk pembinaan.

Kedepan jika tidak diindahkan lagi, maka sesuai dengan regulasi akan dilakukan tindakan pembongkaran. Menurut Artawan, tindakan penyegelan ini hanya sebagai bentuk upaya pembinaan. “Saya ingatkan setiap pelaku usaha sebelum melakukan usaha harus mengantongi izin sebelum lanjut ke pembangunan dan operasional. Untuk yang disegel, jika izin sudah dilengkapi maka kami buka penyegelannya,” pungkasnya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.