Tajen di Desa Kayuputih Digerebek, Penyelenggara Didenda Rp1 Juta

Tim Yustisi Cakra Nanggala Buleleng saat membubarkan judi tajen di Desa Kayuputih, Buleleng, Rabu (28/7/2021).
144 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Kegiatan judi tajen (sabung ayam) digelar di tengah situasi pandemi Covid-19 dan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Dusun Buana Sari, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Tajen ini berhasil digrebek oleh Tim Yustisi Cakra Nanggala Buleleng pada Rabu (28/7/2021) sekitar pukul 13.45 WITA.

Penggerebekan berawal dari laporan masyarakat. Berangkat dari laporan itu, petugas gabungan dari Kodim 1609/Buleleng, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan BPBD Buleleng, langsung menuju ke lokasi. Saat di lokasi, petugas pun langsung menggrebek kegiatan tajen tersebut dan membubarkan kerumunan.

Sejumlah bebotoh (penjudi) yang berada di lokasi langsung berhamburan. Petugas berhasil mengamankan Ketut Budi Arjana alias Kawi (53) selaku penyelenggara judi tajen tersebut. Budi Arjana dijatuhkan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp1 juta. Bukan hanya itu, dia juga dihukum dengan menggunakan baju hamzat nakes selama dua jam.

Usai menjalani hukuman di tempat, Budi Arjana selaku penyelenggara tajen bersama barang bukti berupa tas ayam sebanyak 9 buah dan ayam aduan dua ekor langsung dibawa ke Mapolsek Sukasada untuk dilakukan proses hukum. Dia mengaku nekat mengelar tajen lantaran kesulitan ekonomi.

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, sangat menyayangkan di tengah upaya pemerintah menekan angka kasus Covid-19, justru ada warga menggelar judi tajen yang ujungnya mendatangkan kerumunan orang. Artinya kegiatan ini telah mengabaikan protokol kesehatan.

“Saya sangat kecewa oleh oknum penyelenggara tajen ini karena saat ini angka kasus konfirmasi sedang tinggi dan kami berupaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini. Sanksi denda sudah diberikan karena telah melanggar protokol kesehatan oleh Satpol PP Buleleng,” kata Windra Lisrianto.

Dandim berharap, ke depan tidak ada lagi masyarakat membandel dengan berbuat hal. Tujuannya agar semua bisa terbebas dari pandemi Covid-19 dan aktivitas masyarakat kembali normal seperti harapan seluruh masyarakat.

“Harapan saya masyarakat bisa bekerja sama dan bisa mengerti kemudian berupaya semaksimal mungkin sebagai warga negara yang baik membantu segala upaya yang sudah dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19 ini,” pungkas Windra Lisrianto. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.