Taat Prokes Usai Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 kepada pekerja Mall di Denpasar
106 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Vaksinasi Covid-19 tengah gencar dilakukan saat ini, termasuk di Bali. Inilah salah satu cara mencegah penularan Covid-19 yang telah menjadi pandemi setahun lebih.

Hanya saja harus disadari bahwa vaksinasi tidak memberi jaminan 100 persen terlindung dari penularan Covid-19. Potensi tertular Covid-19 masih bisa terjadi pada orang yang sudah menerima vaksin. Karena itu, selain disuntik vaksin, menjalani dengan ketat protokol kesehatan (Prokes) mutlak dilakukan.

Kesadaran ini rupanya belum sepenuhnya dimiliki oleh masyatakat. Ada kecendrungan masyarakat melonggarkan bahkan abai terhadap prokes ketika sudah menerima vaksin Covi-19.

“Teman-teman saya ada yang tidak seketat sebelumnya menjalankan Protokol kesehatan setelah divaksin. Mereka yakin sekali sudah kebal dari Covid-19 ini. Mereka jarang memakai masker, tidak  jaga jarak. Padahal itu berbahaya, bukan hanya untuk dirinya tapi juga orang lain,” ujar Ragil di Denpasar.

Ia sendiri sudah disuntik dua kali vaksin Covid-19. Sadar masih berpotensi tertular Covid-19, Ia pun tak mengendorkan Prokes. “Saya tetap seperti sebelumnya, pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” katanya.

Ia mengaku godaan untuk mengendorkan Prokes biasanya saat bertemu atau berkumpul bersama teman-teman atau orang-orang yang dikenal dengan baik. Bahkan ada yang memintanya untuk melepaskan masker.

“Biasanya masker dilepas kalau bertemu teman. Tidak lagi jaga jarak. Harus tahan diri, jangan tergoda untuk abai terhadap protokol kesehatan,” katanya.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace pun meminta masyarakat untuk menerapkan prokes dengan ketat kendati sudah divaksin. Sebab, orang yang sudah divaksin masih berpotensi tertular Covid-19.

“Sekalipun sudah mendapatkan vaksinasi namun saya meminta kepada semua warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi kepentingan dirinya sendiri dan juga keselamatan orang lain,” kata Cok Ace.

Ia mengatakan, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan untuk mencegah penularan Covid-19. Apalagi virus Covid-19 ini sudah bermutasi dengan munculnya varian baru, yakni varian Afrika dan varian Inggris.

“Karena upaya peningkatan kewaspadaan harus tetap dilakukan semua pihak mengingat penularan Covid-19 varian baru memiliki resiko penularan yang lebih cepat dari sebelumnya,” ujar Cok Ace.

Penjabat Sekda Kota Denpasar I Made Toya mengapresiasi masyarakat yang mau divaksin Covid-19. Namun, Ia meminta untuk tetap menjalankan Prokes dengan ketat usai divaksin. Masyarakat yang sudah divaksin pun, kata dia, masih berpotensi terinveksi Covid-19.

“Kembali kami ingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, utamanya menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan. Ini sebagai kewaspadaan bersama mengingat pandemi belum usai,” ujar Made Toya.

Di Denpasar, operasi penertiban Prokes gencar dilakukan tiap hari oleh Tim Yustisi, yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, Dinas Perhubungan, TNI/Polri dan Pemerintsh Desa. Operasi penertiban Prokes ini dilakukan bersamaan dengan gencarnya vaksinasi kepada masyarakat.

Dalam operasi ini, masyarakat yang bepergian tidak menggunakan masker langsung didenda di tempat Rp.100 Ribu. Mereka yang memakai masker dengan tidak benar pun, diberi sanksi pembinaan berupa push up.

Operasi penertiban Prokes ini juga menyasar tempat-tempat usaha dan pusat kuliner, untuk memastikan tidak ada kerumunan, dan taat terhadap prokes yang lain.

Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Anom Sayog mengatakan, dalam operasi penertiban prokes ini, Tim Yustisi tidak semata-mata mencari kesalahan, namun terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. “Agar sesegera mungkin kita bisa terlepas dari lingkaran penyebaran virus Covid-19 ini,” ujar Sayoga.

Dalam operasi itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi Prokes kepada masyarakat. “Salah satunya dengan menyosilisasikan Prokes 6 M yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan,” kata Sayoga.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai mengajak seluruh masyarakat untuk waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus Covid-19 saat ini.

Meski sudah diberikan kelonggaran dalam beraktifitas, kata dia, penerapan prokes tetap wajib dilaksanakan. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Prokes 3M: menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan harus dijalankan dengan ketat. Kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” katanya.(*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.