Syarat Mudah Terima Vaksinasi, Begitu Datang Langsung Dilayani

Kapolsek-dan-Kepala-sekolah-tampak-memantau-pelaksanaan-vaksinasi-di-SMK-PGRI-3-Denpasar.jpg September 24, 2021
Kapolsek-dan-Kepala-sekolah-tampak-memantau-pelaksanaan-vaksinasi-di-SMK-PGRI-3-Denpasar.jpg September 24, 2021
133 Melihat

DENPASAR, POS BALI –Suasana berbeda tampak di SMK PGRI 3 Denpasar, Kamis (23/9) pagi. Ratusan masyarakat tampak mengantri dengan tertib. Masyarakat dari berbagai daerah sedang mengikuti vaksinasi yang diadakan Polsek Denpasar Timur (Dentim). Sebelum masuk area sekolah, mereka tampak mengenakan masker dengan benar dan diukur suhu tubuhnya, serta wajib cuci

Wajah cerah pun terlihat dari seorang warga asal Kenyeri, Denpasar, Gede Budiasa (53). Kendati tertutup masker, pria ini tampak lega. Karena, dua putri dan satu adiknya bisa mengikuti vaksinasi di sekolah ini. “Kemarin kami tidak bisa mengikuti vaksinasi karena ada musibah. Istri saya meninggal dunia, sehingga terpaksa menunda vaksin,” tuturnya.

Budiasa menuturkan, dirinya mengetahui adanya vaksinasi dari kepala dusunnya. “Begitu ada informasi, saya langsung kesini. Syukur tidak mengantri lama. Langsung dilayani. Syaratnya pun mudah. Hanya membawa fotokopi KTP,” ujarnya.

Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Tri joko Widiyanto seizin Kapolres Denpasar mengatakan, vaksinasi ini terselenggara untuk memperingati 25 tahun Bharatasena AKABRI 1996. “Vaksinasi ini menyasar masyarakat yang terbentur masalah kependudukan. KTP luar Denpasar atau KTP luar Bali,” ungkapnya.

Dijelaskan, vaksinasi menggunakan sistem on the spot. Masyarakat datang langsung untuk mendaftarkan diri mengikuti vaksinasi. Syaratnya hanya membawa fotokopi KTP dua lembar. “KTP mana saja berlaku,” jelasnya.   Tak hanya itu, kata dia, vaksinasi ini juga menyasar lansia dan juga anak anak umur 12-17 tahun.  “Tujuannya agar semua siswa tervaksin, sehingga rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bisa segera dilaksanakan, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat,” harapnya.

Kendati telah divaksin, pihaknya juga mengingatkan agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena, masih ada kemungkinan terpapar jika abai. “Tetap jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, dan kalau kita datang ke suatu tempat kemudian ramai, kita tahan diri,  menghindar,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pihak kepolisian menjadikan sekolahnya sebagai tempat vaksinasi. “Bersyukur kami bisa membantu untuk kegiatan kemanusiaan di tengah situasi pandemi ini,” ujarnya.

Menurutnya, vaksinasi ini usulan dari sekolah. Karena, masih ada anak-anak yang belum vaksinasi. “Syarat PTM itu semua harus tervaksinasi. Syukurnya gayung bersambut, pihak kepolisian melaksanakan vaksinasi di sekolah kami,” katanya.

Dia menambahkan, sebanyak 185 siswanya belum divaksin. Dari jumlah itu, 100 siswa sudah ada yang mengikuti secara mandiri. Saat ini tersisa 85 siswa. “Untuk tenaga pendidik dan kependidikan sudah 97 persen mengikuti vaksinasi, sedangkan sisanya karena ada yang sakit, komorbid,”ujarnya.

Terkait PTM, Madiadnyana menegaskan sekolahnya telah menyiapkan sarana dan prasarana. Seperti pengukuran suhu tubuh,  tempat cuci tangan, hingga menjaga jarak antar siswa. Dia mengungkapkan, vaksinasi guru dan siswa sudah, surat dari orang tua siswa juga sudah, hingga telah merancang skema PTM terbatas 50 persen. “Kami menerapkan PTM sesuai dengan SKB 4 Menteri dan Surat Edaran Gubernur Bali,” tandasnya. pol

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.