Suket Sehat Hasil Mungut di Gilimanuk, Sedikitnya 15 Lembar Suket Palsu Terjual

KOMPLOTAN tersangka penjual suket sehat palsu saat rilis di Polres Jembrana, Jumat (15/5). Foto: man
521 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id –  Setelah pendalaman penyidikan kasus jual-beli surat keterangan (suket) sehat palsu di Pelabuhan Gilimanuk, Polres Jembrana menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Komplotan ini dijerat Pasal  263 dan 268 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara, dengan salah satu tersangka adalah pemilik percetakan. Belakangan terkuak suket palsu itu hasil editing suket yang ditemukan di Gilimanuk.

Kapolres Jembrana, AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, dalam rilis perkara itu pada Jumat (15/5) mengatakan, penyelidikan berawal dari beredarnya berita penjualan suket sehat palsu di media sosial. Semula polisi mengamankan dua pelaku yakni Ferdinand Marianus Nahak (35) yang bekerja sebanyak sopir travel, dan Putu Bagus Setya Pratama (20) sebagai pengurus travel. Dari pengembangan kedua tersangka, polisi meringkus lima pelaku lainya.

Empat di antaranya yakni Surya Wirahadi Pratama (29), Widodo (37), Roni Firmansyah (24), Putu Endra Ariawan, dan Ivan Aditya (35). Dari tujuh pelaku, lima di antaranya merupakan warga Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya; dan dua lagi masing-masing asal Jember, Jawa Timur; dan Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. “Pelaku ini merupakan dua kelompok yang berbeda, tapi sama-sama melakukan tindak pidana menjual surat keterangan sehat palsu dengan modus yang sama,” kata Kapolres.

Lebih lanjut dikatakan, sampai dengan sebelum ditangkap, kelompok pelaku Widodo, Roni, Putu Endra, dan Ivan Aditya berhasil menjual sebanyak 15 lembar suket sehat palsu dengan harga antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per lembar. Dari pengakuan kelompok ini, jelasnya, mereka mendapat suket sehat tersebut dari Widodo, yang dapat memungut di areal pelabuhan saat terjadi antrean panjang.

Suket itu diperbanyak di percetakan milik Surya Wirahadi Pratama. Selain dijual kepada masyarakat yang hendak menyeberang ke Gilimanuk, Widodo juga menjual suket palsu itu seharga Rp25 ribu kepada Roni dkk. untuk diedarkan ke masyarakat yang membutuhkan.

Ferdinand Marianus Nahak dan Putu Bagus Setya Pratama yang sebelumnya tertangkap tangan, kata Kapolres, mengaku membuat suket sehat sendiri yang dilakukan oleh Surya Wirahadi Pratama. Ferdinand berperan mengisi identitas penumpang yang akan membeli surat tersebut, dan dalam blanko surat itu juga tertera nama dokter. “Kelompok ini menjual suket sehat palsu tersebut bervariasi dari Rp25 ribu hingga Rp100 ribu,” papar Kapolres.

Menurut hasil pemeriksaan Surya Wirahadi Pratama, awalnya Putu Bagus Setya Pratama membawa surat keterangan sehat ke percetakannya untuk minta diedit. Mungkin karena melihat itu sebagai peluang mencari uang, Surya malah menawarkan surat keterangan sehat yang sudah dibuat di komputernya. Mereka ada kesepakatan mencetak surat keterangan sehat yang sudah dibuat di komputer tersebut untuk dijual.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kini ketujuh tersangka beserta barang buktinya ditahan di Polres Jembrana dengan dijerat pasal 263 dan 268 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.