Suarta : Rektor Boleh Rangkap Jabatan di Yayasan

Rektor IKIP, Dr Made Suarta
Rektor IKIP, Dr Made Suarta
861 Melihat

“2019, FPOK IKIP PGRI Bali Masih Proses Reakreditasi”

Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP PGRI Bali saat ini masih dalam tahap proses Reakreditasi untuk bisa sepenuhnya menentukan nilai Akreditasi.  “Untuk proses Reakreditasi masih menunggu kunjungan dari Asesor BAN-PT. Bahkan dipastikan tahun 2019 Reakreditasi FPOK IKIP PGRI Bali sudah sepenuhnya bisa berjalan dengan baik,” kata Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, SH, M.Hum, Minggu (17/6) di Denpasar.

Selain masih menunggu proses reakreditasi untuk FPOK IKIP PGRI Bali dari Asesor BAN-PT, menurut Made Suarta untuk tahun 2019 ini akan ada Program Studi (Prodi) Seni Rupa yang akan keluar hasil nilai Akreditasinya.”Pada saat wisuda tahun 2018 lalu, lulusan FPOK IKIP PGRI Bali semuanya mengantongi sertifikat kelulusan Akreditasi B. Dilakukannya Reakreditasi adalah untuk kembali mempertahan nilai Areditasi B di FPOK IKIP PGRI Bali,” terangnya.

Sementara mengenai rangkap jabatan yang terjadi di IKIP PGRI Bali, kata Made Suarta itu boleh saja. Asalkan rektor tidak merangkap jadi Ketua Yayasan. Begitupula dengan Ketua Yayasan tidak boleh merangkap jadi Rektor. Kalau posisi lainya masih diperbolehkan. Hal tersebut selain bisa dilakukan di organisasi juga bisa dilakukan di institut.

Untuk Prodi Seni Rupa nilainya juga dipastikan keluar tahun 2019 . Kemudian, untuk Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi merupakan salah satu Program Studi yang berada di bawah naungan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali yang didirikan 25 Agustus 1983 oleh Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PT IKIP PGRI Bali sebagai Badan Hukum penyelenggara.  Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi terakreditasi B berdasarkan Surat Keputusan BAN – PT SK. No. 192/SK/BAN-PT/Ak-XVI/IX/2013.

Sementara, FPOK IKIP PGRI Bali, khususnya Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi telah memberikan lulusan yang berkualitas bagi pengguna, buktinya alumni yang bekerja pada sektor formal atau pada instansi pemerintah sebagai tenaga pendidik. 

“Banyak alumni Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan yang menduduki jabatan di Sekolah maupun dalam perusahaan-perusahaan swasta saat ini. Ini dapat dipakai sebagai bukti bahwa kualitas lulusan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali masih diperhitungkan bagi pengguna tenaga kerja,” terangnya.

Dijelaskan, meskipun hampir 65% kegiatan perkuliahan di Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi menampilkan praktik olahraga, yang diajarkan tentu bukan semata – mata keterampilan berolahraga. Akan tetapi, di dalamnya termasuk penguasaan teori dan prinsip – prinsip mekanika gerak yang mendukung pelaksanaan setiap cabor yang dipelajari. Bahkan beberapa mata kuliah memberikan dasar – dasar dan pendalaman keilmuan olahraga. 

Lebih jauhnya, proses pendidikan di FPOK bukan untuk menjadikan semua mahasiswa kampium pada cabang olahraga yang digelutinya, tetapi memberikan bekal agar semua mahasiswa memiliki pengalaman praktis dalam banyak cabor sebagai bekal dalam menjalankan profesi keolahragaan. “Beberapa cabang olahraga yang umumnya digeluti oleh mahasiswa FPOK banyak menghasilkan atlet – atlet kaliber nasional diantaranya adalah cabang Atletik, Karate, Judo, Pencak Silat, Basket, serta Bola Voli. Prestasi yang diukir sangat membanggakan, karena banyak mahasiswa FPOK yang menjadi andalan dalam tim PON, SEA Games, bahkan Asian Games,” imbuhnya.

Sumber POS BALI yang juga pejabat di IKIP PGRI menyebutkan, ada sejumlah pelanggaran di IKIP PGRI. Mulai soal pungutan kepada mahasiswa tanpa SK Rektor, Akreditasi IKIP yang dulunya B sekarang turun jadi C, dan rangkap jabatan di yayasan. “Soal rangkap jabatan itu melanggar UU tentang Yayasan. Ini kalau tidak segera diatasi, tinggal bom waktu saja. Kan aneh, rektor menjabat sebagai sekretaris yayasan, Wakil Rektor juga punya jabatan di yayasan. Masa gak ada kandidat lain, misalnya dari para pendiri,” katanya sehari sebelum Lebaran sembari meminta namanya jangan dikorankan. “Saatnya nanti saya akan bicara, membongkar semua kejanggalan. Dan ini sudah terjadi bertahun tahun,” ucapnya bud/poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.