Standarisasi Harga Endek

Foto: Ketua Yayasan Dwijendra, Ketut Wirawan
44 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Kebijakan pengunaan busana endek Bali setiap hari Selasa sesuai dengan SE No. 04 tahun 2021 tentang Pengunaan Kain Endek Bali atau Kain Tradisional Bali, merupakan bentuk perhatian langsung pemerintah terhadap para pengerajin endek di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Dwijendra, Ketut Wirawan yang mengapresiasi kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster ini. “Dengan kebijakan ini, berarti pemerintah telah memberikan kesempatan kepada pengerajin kita untuk berproduksi sekaligus memasarkan endek,” ujarnya, Selasa (23/2).

Menurutnya, kesempatan ini harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pengerajin endek. Namun dengan catatan, mutu dan juga kualitas dari endek yang diproduksi harus ditinggatkan, apakah itu dari segi warna, corak, model, hingga kualitas bahan baku, sehingga benar-benar endek Bali itu layak untuk dipakai. Baik itu dikalangan pejabat maupun masyarakat umum.

“Dengan langkah ini, maka masyarakat akan terbiasa mengenakan endek, sehingga endek ini digemari dan menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri,” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan ini, pihaknya juga berharap pemerintah tidak sekadar melakukan imbauan. Akan tetapi juga melakukan pembinaan maupun pendampingan kepada para pengerajin. Di antaranya mengatur distribusi bahan baku, baik itu standar benang, warna sehingga betul-betul endek Bali mempunyai kualitas.

Dia menambahkan bahwa dengan kualitas yang sudah pasti dan juga standarisasi, baik itu endek kelas satu, dua dan tiga, maka harga pun juga sudah harus dipastikan. “Dengan adanya standarisasi harga, maka masyarakat tidak ragu-ragu lagi untuk menggunakan endek,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.