Soal Buka Objek Wisata, Pemkab Minta PHRI Buleleng Tunggu Keputusan Gubernur

Kawasan wisata Lovina di Desa Kalibukbuk, Buleleng.
35 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Pemkab Buleleng melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng masih belum berencana membuka kembali pariwisata. Pemkab Buleleng masih menunggu arahan atau instruksi Ketua Gugus Tugas Provinsi yakni Gubernur Bali. Untuk itu, diminta agar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng bersabar.

Sekda Buleleng yang juga Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, mengaku telah menerima laporan dari PHRI Buleleng terkait kesiapan untuk kembali membuka sejumlah objek wisata yang ada di Buleleng. Hanya saja, jelas dia, Bali kini memiliki kebijakan yang terintegrasi dan menjadi satu antara kabupaten yang satu dan yang lainnya.

“Buleleng masih menunggu keputusan Pak Gubernur. Selama Pak Gubernur masih belum mengeluarkan edaran untuk membuka objek pariwisata sesuai edaran yang sudah ada sebelumnya, maka kami belum bisa membuka objek-objek wisata yang ada,” kata Suyasa, Kamis (18/6).

Suyasa mengatakan, dengan melihat perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, untuk imported case sudah tertangani dengan baik. Saat ini fokus untuk menyelesaikan kasus transmisi lokal. “Paling penting adalah kesadaran dan kedisiplinan masyarakat akan protokol kesehatan meningkat. Ini kuncinya ada di sana,” tegas Suyasa.

Untuk itu, Suyasa kembali mengimbau agar masyarakat Buleleng menyadari bahwa “new normal atau tatanan kehidupan kenormalan baru bukan sebuah kebebasan, tapi tatanan kehidupan baru yang setiap perilaku masyarakat harus berdasarkan protokol Covid-19. “Mari tingkatkan kedisiplinan masyarakat agar kasus transmisi lokal bisa diredam, dan new normal bisa diberlakukan sehingga objek wisata segera dibuka,” pungkasnya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.