SMP Sisyadhika Denpasar ‘From Zero to Hero’

Kepala SMP Sisyadhika, Mercy melepas dasi sebagai tanda pelepasan siswa kelas IX yang lulus 100 persen
162 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Sederhana namun penuh makna terlihat jelas dalam pelepasan siswa kelas IX SMP Sisyadhika Denpasar, Sabtu (12/6) siang. Tak ada panggung yang istimewa dalam acara yang berlangsung di halaman sekolah ini. Hanya tenda dan beberapa kursi plastik saja yang berjejer rapi.

Melalui pengeras suara, Kepala SMP Sisyadhika, Mercy Victoria Gigir memberikan pesan kepada 16 siswa yang dilepas agar melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, SMA/SMK atau yang sederajat. Karena, masa depan mereka masih panjang.

“Jaga nama baik almamater, dan tunjukkan bahwa sekolah kita ini bukan sekolah biasa. Akan tetapi sekolah yang luar biasa yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah lain yang ada di Kota Denpasar,” pesan dia.

Dalam pelepasan itu, juga diisi dengan pemberian hadiah bagi siswa yang berhasil meraih rangking satu dan dua. “Jangan dilihat dari isi hadiahnya. Akan tetapi makna dibaliknya,” ujarnya.

Pemberian hadiah untuk siswa yang berhasil meraih juara

Ditemui seusai pelepasan, mantan Kepala SMPN 2 Denpasar ini menuturkan, sekolah yang terletak di Jalan Gunung Batur Gang Nangka 3 Denpasar Barat, tepatnya di belakang Pura Tambangan Banjar Pemedilan ini, telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang ada di Lingkungan Pemecutan. Diantaranya Lurah Pemecutan, Kepala Desa Pemecutan Kelod, dan Pemecutan Kaja.

Terutamanya, lanjut dia, Ketua Yayasan Sisyadhika Suraksa yang sangat mendukung aktivitas sekolah yang dia pimpin sejak satu bulan lalu.

“Pihak yayasan sangat mendukung khususnya terkait pertemuan dengan Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar, Ibu Cintya. Beliau juga menyerahkan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh kami, baik dalam hal perkembangan ke depan, sekaligus mengetahui lebih dekat tentang apa yang dibutuhkan SMP Sisyadhika ini,” bebernya.

Mercy yang juga merupakan Kepala Sekolah Inti mengaku optimis mampu mengembangkan sekolah sesuai dengan visi misi dari pihak yayasan.

Apalagi, kata dia, pihaknya telah bekerjasama dengan Yayasan Widya Laros yang nanti akan ikut menggunakan fasilitas yang ada di sekolah ini. Bahkan, akan menampung lulusan siswa SMP Sisyadhika ini.

“Sebagai kepala sekolah baru, berangkat dari ‘zero to hero’. Jadi kita berangkat bahkan dari minus, bukan dari nol. Sekolah ini sempat berjaya di tahun 1990an, tapi kemudian mati suri, sehingga kami anggap itu nol (zero, red). Kedepannya kami ingin sekolah ini menjadi ‘hero’ di Kota Denpasar,” harapnya.

Ketua Yayasan IB Purwasila didampingi Pengurus Yayasan AA Kusnadi

Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Sisyadhika Suraksa, IB Purwasila. Pihaknya menyambut baik dukungan dari berbagai pihak. Seperti anggota dewan Kota Denpasar, pihak kelurahan dan juga desa yang ada di Pemecutan ini.

“Kami merasa sangat bersyukur atas dukungan baik dari DPRD, kepala lingkungan yang ada di Pemecutan ini. Itu sangat luar biasa support beliau-beliau ini kepada SMP Sisyadhika ini. Kami berharap apa yang disampaikan segera terwujud dalam waktu yang cepat. Karena tanpa dukungan beliau, tentunya SMP ini tidak ada artinya,” ungkapnya didampingi pengurus yayasan AA Kusnadi.

Pihaknya optimis, SMP Sisyadhika bakal kembali berjaya. Karena sekolah ini kini dipimpin kepala sekolah yang memiliki segudang pengalaman dan telah terbukti mampu mengharumkan nama Bali baik di kancah nasional maupun internasional, ketika menjadi Kepala SMPN 2 Denpasar.

“Beliau betul-betul berjuang, fight luar biasa sehingga menjadi sekolah favorit di Kota Denpasar,” tuturnya sembari berharap, keberhasilan itu bisa diterapkan di SMP Sisyadhika ini.

Sementara terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun ajaran 2021/2022, IB Purwasila menegaskan, komit memberikan kemudahan dari segi biaya. Yakni gratis biaya pendaftaran dan juga bebas uang gedung.

“Orang tua siswa cukup mengeluarkan biaya hanya Rp1,4 juta untuk pembelian dua stel seragam dan satu pakaian olahraga, bahkan itu bisa dicicil hingga tiga kali. Dan tahun ini, kuota PPDB hanya 100 siswa. Saat ini telah mendaftar sebanyak 12 siswa,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.