SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata, Bersyukur Jadi Pilihan Masyarakat, Biaya Terjangkau dan Bermutu

KETUA Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, I Wayan Cahyadi Adiguna (tengah), foto bersama Kasek Ni Ketut Sutarsih, dan Kasek Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, serta guru-guru SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata. Foto: tra
106 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Sejumlah sekolah swasta di Bali pada tahun pelajaran 2020/2021 ini, krisis siswa baru. Namun, tidak demikian dengan SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata. Dua sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala ini, sukses melewati ketatnya persaingan PPDB di sekolah swasta di tengah pandemi Covid-19.

SMK Bali Dewata tahun ini menerima 306 siswa untuk lima program keahlian yaitu Akomodasi Perhotelan, Tata Boga, Akuntansi, Teknik Komputer Jaringan (TKJ), dan Multimedia (MM). Sementara SMK Kesehatan Bali Dewata menerima 96 siswa untuk dua program keahlian yaitu Keperawatan dan Farmasi.

Kepala SMK Bali Dewata, Ni Ketut Sutarsih, SE., dan Kepala SMK Kesehatan Bali Dewata, Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep., menyatakan rasa terima kasihnya kepada masyarakat mempercayakan SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata sebagai pilihan pertama setelah negeri. Siswa baru selain berasal dari tamatan SMP di Denpasar dan luar Denpasar, bahkan ada dari luar Bali.

Kedua kasek energik ini sangat senang dengan pilihan siswa baru memilih SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata karena pihaknya menyiapkan paket pendidikan terjangkau dan bermutu. Kepercayaan masyarakat ini akan dibalas dengan pelayanan akademis yang terbaik dengan fasilitas terbaik pula. Dengan demikian, mereka kelak menjadi SDM pemilik masa depan.

Dua sekolah ini didukung tenaga pendidik profesional dan praktisi pariwisata dan kesehatan berkompeten. Soal pembelajaran daring, dua sekolah ini sejak lama sudah menerapkan e-learing. Jadi, saat pandemi Covid-19 ini, guru-guru dua sekolah ini tak gaptek lagi soal pembelajaran daring.

Tahun ini, kedua sekolah ini tidak menaikkan SPP. Di SMK Bali Dewata SPP bulanan tetap Rp250 ribu, sedangkan di SMK Kesehatan Bali Dewata tetap Rp375 ribu. Bahkan, siswa baru pada Juli ini tidak dipungut SPP dan gratis asrama selama setahun.

Saat MPLS daring, Kasek Ketut Sutarsih, dan Kasek Sintha Sri Utami, memotivasi siswa baru banggalah menjadi warga SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata. Dua sekolah ini masih tetap membuka PPDB bagi warga Denpasar dan luar Denpasar yang belum mendapat sekolah guna mendukung program Gubernur Bali Wajib Belajar 12 tahun dan membangun manusia Bali sesuai visi Gubernur “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Kasek Sutarsih yakin pariwisata Bali akan segera bangkit. Karena itu, Bali masih banyak memerlukan SDM pariwisata andal. Pun soal kesehatan, sambung Kasek Sintha Sri Utami, Bali masih banyak memerlukan perawat dan tenaga farmasi profesional.

Siswa dua sekolah ini dikuatkan pembelajaran produk kreatif dan kewirausahaan (PKK) sebanyak 8 jam/minggu. Sehingga banyak lulusan SMK Bali Dewata menekuni wirausaha mandiri dengan bisnis kecil-kecilan, seperti jualan online, membuka distro dan lainnya. Bahkan tamatan dua sekolah ada bekerja di Negeri Sakura, karena dua sekolah ini menjalin kerjasama dengan Pemerintah Jepang dalam penyaluran tenaga kerja.

Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, I Wayan Cahyadi Adiguna, SE., terus memberi dukungan baik moral dan material agar kedua sekolah ini bisa terus berkembang dan menjadi sekolah terdepan di Bali. Program terbaru yayasan, seluruh siswa di dua sekolah ini diasuransikan jiwa gratis. Dengan begitu, keamanan warga sekolah sangat terjamin. tra

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.