Sisir Tepian Danau Batur, Pemuda Bangli Jaring Satu Truk Sampah Plastik

Gerakan bersih sampah plastik yang digelar DPK Peradah Indonesia Bangli bersama sejumlah komunitas pemuda di pesisir Danau Batur kawasan Desa Abang Batudinding.
Gerakan bersih sampah plastik yang digelar DPK Peradah Indonesia Bangli bersama sejumlah komunitas pemuda di pesisir Danau Batur kawasan Desa Abang Batudinding.
359 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Gerakan Memerdekakan Danau Batur dari Sampah Plastik kembali digelar Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu (DPK Peradah) Indonesia Bangli. Mengambil momentum Sumpah Pemuda 2019, gerakan bersih sampah plastik seri kedua digelar di tepi Danau Batur, kawasan Desa Abang Batudinding, Kintamani, Bangli, Minggu (27/10).

Berbeda dengan gerakan ber-tagline senada yang digelar pada 17 Agustus 2019 lalu di kawasan Kedisan, gerakan Memerdekakan Danau Batur dari Sampah #2 dilaksanakan bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bangli dan menggandeng kalangan sekaa teruna, Badan Pengelola Pariwisata Geopark Batur, mahasiswa, siswa SMA, siswa SD Abang Batudinding, hingga bank sampah. Tercatat lebih dari 200 orang turun langsung memunguti sampah plastik yang telah mendera kawasan tersebut bertahun-tahun terakhir, dan berhasil mengangkat satu truk sampah plastik. Sampah tersebut kemudian diserahkan kepada Bank Sampah Sibuh Nirmala untuk selanjutnya diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Ketua Sekaa Teruna Tunas Mekar, Ketua I Nyoman Oka Wirata, didampingi Ketua DPK Peradah Indonesia Bangli, I Ketut Eriadi Ariana, dan Ketua Panitia Kegiatan, I Putu Edi Swastawan, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk respon kalangan muda terkait kondisi lingkungan yang tak lagi baik, khususnya terkait persoalan sampah plastik. “Tujuan kegiatan ini tak lain untuk menggugah masyarakat sekitar agar dapat menjaga lingkungannya, terutama dari masalah sampah plastik,” terangnya.

Permasalahan sampah dinilai dapat berakibat buruk terhadap kehidupan, terlebih bagi masyarakat Desa Abang Batudinding yang kebanyakan menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perikanan. “Kita harapkan gerakan ini dapat menjadi contoh, ditularkan, dan terus berlanjut, bukan hanya pada kami, tapi juga untuk masyarakat Bali secara umum. Mengingat, tanggungjawab terhadap kelangsungan Danau Batur yang juga sumber air terbesar di Bali adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Ketua PHRI Bangli, I Ketut Mardjana, Ph. D, mengapresiasi gerakan sadar lingkungan yang awalnya diinisiasi DPK Peradah Indonesia Bangli itu. Menurutnya, kegiatan tersebut adalah respon dan partisipasi nyata terhadap pemberlakuan Pergub Bali No. 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

“Lingkungan bebas sampah plastik adalah indikator utama pariwisata, jadi kami merasa sangat berkepentingan terhadap gerakan ini, terlebih kegiatan ini dimotori anak muda. Dan, dalam Pergub 97/2018 kan juga sudah dijelaskan partisipasi publik untuk mendukung Bali bebas sampah plastik,” katanya.

Ditambahkan, sampah plastik adalah bahan yang sangat berbagaya. Mantan Dirut PT Pos Indonesia ini mengatakan sampah adalah produk yang sulit terurai secara alami, bahkan harus menunggu ratusan tahun hingga benar-benar terurai di alam. Artinya, jika hal ini terus dibiarkan, tidak saja akan memberi kesan buruk pada lingkungan yang kasat mata, tapi juga turut dampak buruk pada lingkungan yang tak kasat mata.

“Untuk bisa terurai secara alami, sampah plastik memakan waktu bahkan hingga 500 tahun. Bayangkan selama itu ia akan terus mencemari (lingkungan), hingga ke anak cucu kita. Sehingga, gerakan ini begitu penting untuk keberlangsungan hidup kita,” pungkasnya. 015

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.