Sisa Anggaran Covid-19 Rp7 Miliar Difokuskan untuk Penanganan Pasien Positif

Rapat Anggota Banggar DPRD Buleleng dengan TAPD, Jumat (4/9).
268 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng yang bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp67 miliar, saat ini masih tersisa Rp7 miliar. Untuk sisa anggaran tersebut akan lebih difokuskan untuk perawatan pasien positif Covid-19 yang ada di rumah sakit. Hal ini terungkap saat rapat antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buleleng, Jumat (4/9), di ruang rapat gabungan DPRD Buleleng.

Ketua TAPD Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan, anggaran untuk penanganan Covid-19 dimasukkan kedalam BTT. Jumlah yang dipasang sebesar Rp67 miliar dan dana yang cair Rp43,36 miliar. Dari dana yang cair itu, digunakan untuk penanganan Covid-19 baru Rp37,81 miliar. Sehingga ada sisa lagi Rp5,5 miliar. “Untuk sisa anggaran itu sudah kami kembalikan ke kas negara. Meski sudah dikembalikan ke kas negara, dana itu tetap diperuntukkan untuk penanganan Covid-19. Nanti ditambah lagi Rp1,5 miliar, sehingga total anggaran Covid-19 hingga akhir Desember nanti sebesar Rp7 miliar,” kata Suyasa.

Terkait dengan sisa anggaran BTT yang belum cair sekitar Rp20 miliar, menurut Suyasa, dialihkan ke belanja langsung. Dengan sisa anggaran Covid-19 sebesar Rp7 miliar diyakini itu mencukupi. Sebab, dengan adanya new normal serta revisi kelima Permenkes, penanganan kasus Covid-19 menjadi ringan. Seperti pemerintah tidak perlu lagi melakukan tes cepat di setiap pintu-pintu masuk Buleleng, tidak melakukan karantina wilayah.

“BST juga sudah tidak ada. Jadi, sisa anggaran Rp7 miliar itu sangat cukup untuk penanganan pasien Covid-19. Karena pasien Covid dirawat di rumah sakit milik pemerintah bebannya ditanggung pemerintah,” jelas Suyasa.

Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan, penggunaan anggaran untuk penanganan Covid-18 dievaluasi oleh BPK dan KPK, sehingga dirinya tidak terlalu mempersoalkan. Hanya saja ia berharap Pemkab Buleleng bisa meningkatkan lagi penanganan dan pencegahan Covid-19 di Buleleng. “Kasus Covid-19 di Buleleng sekarang ini cukup tinggi. Jadi, perlu ditingkatkan lagi penanganannya. Antara Pemkab dan masyarakat harus punya pemikiran sama, harus saling bekerja sama untuk mencegah penularan virus Corona agar tidak semakin meluas,” pungkas Supriatna. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.