Sindikat Pembobol ATM Lintas Propinsi Dibekuk di Lobar

1,044 Melihat
Foto : Empat orang sindikat pembobol ATM yang berhasil di bekuk jajaran Sat Reskrim Polres Lobar.

LOBAR, POSBALI.CO.ID – Jajaran Sat Reskrim Polres Lobar dengan dibackup tim Polsek Kediri berhasil membekuk empat orang sindikat pembobol ATM Bank di wilayah hukum Polres Lobar. Dari hasil identifikasi, sindikat tersebut diduga kuat beraksi dibeberapa Propinsi yang ada di Indonesia.

Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo saat menunjukkan barang bukti dari para sindikat pembobol ATM.

Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo dalam keterangannya, Jumat (6/3) menjelaskan bahwa pelaku ada lima orang. Namun baru empat orang yang berhasil di tangkap yakni JA, SA, TO dan AK yang berasal dari Pulau Jawa dan Sumatera. Sementara satu orang saat ini masih buron. “Untuk DPO itu perempuan, dan namanya sudah teridentifikasi dan saat ini sedang dalam pengejaran,” ungkapnya.

Dijelaskan Bagus, modus operandi dari para pelaku adalah masing-masing mempunyai peran. Dimana saat beroperasi, para pelaku memasang alat tertentu di mesin ATM. Selain itu, mereka juga memasang sebuah stiker di ATM tersebut yang diketahui merupakan nomor telepon yang dijadikan sebagai call center. “Setidaknya mereka sudah beraksi di belasan ATM yang ada di Lobar,” imbunya didampingi Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Dhafid Siddik.

Dalam aksinya itu juga, para pelaku mengintai nasabah yang akan bertransaksi. Saat kartu ATM nasabah tersangkut, disanalah kesempatan para pelaku mendatangi nasabah dan seseolah membantu, lalu kemudian menyarankan nasabah atau korban menghubungi nomor telepon call center yang sudah dipasang. “Operator sudah disiapkan, dugaan perempuan yang jadi operatornya, setelah itu menguras semua uang milik korban,” tambahnya lagi.

Dikonfirmasi jumlah korban di wilayah Lobar ? Bagus menyatakan bahwa jumlahnya mencapai 15 orang dengan kerugian dari puluhan juta hingga ada yang ratusan juga. “Untuk empat tersangka ini kita tangkap di wilayah Lombok Timur saat sebelum beraksi,” katanya lagi.

Saat penangkapan, lanjut dia, para pelaku sempat mencoba melakukan perlawanan. “Karena melawan itulah para korban kita lumpuhkan,” tegasnya seraya menambahkan bahwa pengungkapan kasus itu berawal dari laporan beberapa korban yang mengetahui rekeningnya terkuras habis.

Atas perbuatan para tersangka, mereka disangkakan melanggar pasal 363 KHUP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. “Ingat ya, ini bukan skiming. Ini perampokan atau pembobolan ATM,” pungkasnya kemudian.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Dhafid Siddik menambahkan bahwa dari laporan nasabah yang melapor, sekitar Rp 192 juta uang hilang. “Setelah di cek oleh nasabah ke Bank karena memang tidak pernah melakukan penarikan. Lalu kami lakukan penyelidikan dan mengecek CCTV dan terlihat empat orang itu uang melakukan pembobolan,” jelasnya.

Siddik juga menyampaikan bahwa sejauh ini baru TKP tempat para pelaku beraksi yakni di wilayah Senggigi dan Kediri. “Jadi kami mengimbau kepada masyarakat, jika mengambil uang, ambillah di pusat Bank untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Saat diinterogasi Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo, para pelaku mengakui bahwa mereka mulai menjalankan aksinya sejak dua tahun belakangan ini. Dan di NTB baru melakukan dua kali dan menginap disalah satu hotel di Lombok. “Di NTB baru dua kali,” singkat salah seorang pelaku asal Lampung. 033

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.