Siasati Kekosongan Turis Tiongkok

IGN Rai Suryawijaya
327 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Untuk mengantisipasi potensi kekosongan kunjungan WNA Tiongkok ke Bali, pasca diberhentikannya sementara penerbangan dari dan ke negeri Tirai Bambu terkait antisipasi wabah virus Corona. Kepala BPPD kabupaten Badung, IGN Rai Suryawijaya mengaku telah mengusulkan beberapa opsi kepada Menteri Pariwisata RI. Termasuk menyampaikan perkembangan kondisi pariwisata di Badung, yang notabene merupakan ikon pintu masuk wisatawan ke Indonesia.

Adapun opsi tersebut diantaranya, pertama meningkatkan pangsa pasar domestik dengan menetapkan paket domestik weekend untuk hotel, restoran dan mall. Kedua, semua event meeting yang ada saat ini dibawa ke Bali. Ketiga, pengalihan rute penerbangan ke Cina Daratan dialihkan ke market India dan Jepang. Sebab kedua negara tersebut cukup intens berwisata dan sedang naik daun berkunjung ke Bali. “Dahulu kunjungan wisata kedua negara ini sangat booming, jadi ini perlu digarap lebih intens kedepan”ujarnya.

Selain itu, pangsa pasar Eropa dan Amarika juga harus ditingkatkan, utamanya ke negara Inggris. Sebab Bali dinilai masih menjadi destinasi favorit bagi masyarakat Ratu Elisabeth dan Paman Sam disana. Terlebih lagi masa tinggal (lenght of stay) wisatawan Eropa dan Amerika cwnderung lebih panjang dibandingkan Wisatawan Tiongkok. Jika pangsa pasar tersebut berhasil digarap serius, ia meyakini kekosongan turis Tiongkok akan dapat teratasi.

Dipaparkannya sejauh ini hunian hotel di Badung masih tetap stabil. Hal itu dipicu oleh eksodus wisatawan asal negara lain, seperti India dan Eropa yang berkunjung ke pulau Dewata. Walaupun demikian, pihaknya tidak menampik masih ada pihak yang mengeluh atas kondisi saat ini. Namun ia mengajak semua pihak untuk tetap bersyukur karena market wisatawan asing lainnya masih stabil. “Tingkat hunian hotel saat ink masih 50 persen, bahkan ada yang 60 sampai 70 persen,”ungkapnya.

Berkaca dari kondisi tersebut, ia merasa optimis bahwa kondisi saat ini tidak akan membuat terjadinya PHK dikalangan pekerja pariwisata. Terlebih lagi stake holder pariwisata di Badung dinilai sudah teruji dan sangat tangguh menghadapi berbagai cobaan di sektor pariwisata. Salah satu yang telah ditempuh untuk mensolusikan hal itu yaitu dengan melakukan market campuran dan tidak hanya mengandalkan satu pasar. Sementara untuk mensiasati biaya operasional, hal itu bisa disiasati dengan pemberian cuti, libur panjang dan lain sebagainya. Karena itu ia mendorong setiap stake holder pariwisata untuk terus berinovasi mengahadapi masalah saat ini, sehingga hal itu tidak membuat mereka terpuruk. “Saya optimis 3 bulan bisa Recovery dan tidak ada PHK. Bali sudah berpengalaman menghadapi berbagai isu,” pungkasnya sembari menyampaikan rasa prihatin akan apa yang terjadi saat ini dan berharap semoga cobaan tersebut cepat berlalu. GAY

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.