Sensus penduduk Online di Lingkungan Mumbul Benoa Libatkan Civitas Akademika UTI

suasana sensus online di lingkungan Mumbul
379 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Untuk mensukseskan program pemerintah, terkait sensus penduduk online 2020. Kepala Lingkungan banjar Mumbul Kelurahan Benoa, Nyoman Astawa menggandeng generasi milenial dari civitas akademika Universitas Tekhnologi Indonesia (UTI) dalam melakukan pengimputan data kependudukan di lingkungan banjar Mumbul, Selasa (10/3). Kegiatan yang dilakukan dari tanggal 10-11 Maret 2020 tersebut bertujuan untuk memfasilitasi keterbatasan masyarakat, baik menyangkut waktu, penguasaan tekhnologi dan lain sebagainya. Sejak proses dari pukul 10.00-12.00 Wita, tercatat ada sekitar 200 orang yang sudah mendaftar untuk melakukan input data.

Astawa menerangkan, proses penginputan sensus penduduk online 2020 di lingkungan Mumbul dipusatkan di balai banjar Mumbul kelurahan Benoa. Kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan kolaborasi antara pihaknya dengan UTI, dalam menyukseskan program pemerintah terkait sensus penduduk online 2020. Dimana sekitar 30 mahasiswa UTI melakukan penginputan dengan pendampingan petugas BPS kecamatan Kutsel. “Jadi masyarakat yang datang ke banjar itu dibantu oleh adik-adik mahasiswa UTI untuk melakukan sensus online. Pada prinsipnya masyarakat bisa terlayani, BPS bisa bekerja, mahasiswa mendapatkan pengalaman dan kita juga mendapatkan manfaat,”sebutnya.

Dipaparkannya jumlah penduduk di lingkungan Mumbul berjumlah 4600 jiwa atau sekitar 1400 KK. Melihat jumlah tersebut, belum tentu semua masyarakat telah melakukan sensus online. Sebab selain menyangkut waktu sensus dan waktu masyarakat, tidak semua masyarakatnya memiliki kemampuan menggunakan gadget. Karena itulah pihaknya mencoba memediasi kesenjangan tersebut, karena sensus online dinilainya sangatlah penting dilakukan. Sebab hal itu nantinya akan menjadi kolam data base, untuk membuat program kedepan. “Ini dilakukan secara gratis. Kita membutuhkan dan pihak kampus menginginkan,”tegasnya sembari menerangkan kolaborasi dengan pihak kampus akan terus dijalin kedepannya.

Sementara Kepala BPS kabupaten Badung, Ni Putu Minarni menerangkan, kolaborasi semacam itu baru pertama kali terjadi bagi pihaknya dan itu bisa menjadi role model kedepan. Dimana agen milenial dikedepankan sebagai pendampingan kepada masyarakat, dalam sensus penduduk online, menuju satu data kependudukan Indonesia. Selain sensus online, nanti pihaknya juga akan melakukan sensus penduduk wawancara melalui pepi (paperless). “Kami memberikan apresiasi luar biasa atas inovasi ini. Kami harap inovasi semacam ini bisa semakin meluas ke daerah lainnya,”terangnya.

Diakuinya sampai saat ini sensus penduduk online di kabupaten Badung telah mencapai 70 persen dari target yang ditetapkan. Hal tersebut merupakan suatu prestasi, berkaca pada kompleksitas penduduk Badung yang melebihi daerah lainnya. Pihaknya optimis sampai saat waktunya nanti (31 Maret), target yang dibebankan akan tercapai. Melalui sensus tersebut, tentunya Badung akan menghasilkan data base kependudukan yang bisa menggambarkan kondisi masyarakat sebenarnya. Sehingga nantinya data tersebut bisa dipakai sebagai salah satu acuan dalam menjalankan program untuk kesejahteraan masyarakat, swasta, pengusaha dan universitas tersebut.

Sedangkan Rektor UTI, I Ketut Sena menyambut baik kolaborasi tersebut, karena hal itu merupakan bentuk pembelajaran, praktek dan pengabdian langsung di masyarakat. Bahkan pihaknya siap untuk mendukung program kabupaten lainnya, jika diberikan ruang lebih banyak berkolaborasi. “Sebenarnya ada 30 orang mahasiswa yang kami libatkan, tapi animonya sampai 50 orang mahasiswa siap membantu. Mereka tidak dibayar, karena disini mereka juga bisa belajar,”imbuhnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.