Seniman Jangan Berhenti Berkarya, Jangan Juga Sibuk Berkarya “Dalam Rangka”

Kadek Wahyudita
752 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Mata acara Denpasar Art and Creative Talk serangkaian Denpasar Festival (Denfest) ke-13 kembali menghadirkan narasumber inspiratif. Kali ini, hadir Ketua Yayasan Penggak Men Mersi, Kesiman, Kadek Wahyudita, secara virtual pada Rabu (16/12/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Dek Wahyu menjelaskan keberadaan Penggak Men Mersi yang sangat erat kaitannya dengan Puri Agung Kesiman. Pendirian penggak bermula dari kerinduan penglingsir puri terhadap keberadaan penggak sebagai salah satu bangunan bersejarah Bali kuno. “Penggak itu adalah sebuah bangunan yang biasanya terdapat di sudut desa, biasanya digunakan oleh masyarakat untuk berdiskusi sambil santai, namun kini keberadaan penggak sudah mulai hilang,” jelasnya.

Karenanya, muncul ide untuk kembali mendirikan penggak untuk memberikan wadah bagi masyarakat untuk bereskpresi dan berinovasi. Terkait Penggak Men Mersi, Penggak juga dimaknai sebagai akronim atau singkatan dari ‘Penggagas Kegiatan Kreatif. Sedangkan Men sangat identik dengan sosok ibu dan Mersi merupakan akronim dari ‘Mereng Sibak’ yang mengandung makna tidak hanya seni sebagai tradisi, namun lebih jauh dari itu untuk mengembangkan seni secara luas.

Lebih lanjut dijelaskan, pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini memang sangat dirasakan dampaknya bagi kalangan seniman. Seniman yang biasanya aktif dalam ritual dan berkolaborasi dengan pariwisata, kini dibuat tidak berdaya. Namun dengan dilaksanakannya Denfest virtual ini menjadi jawaban atas kekhawatiran seniman di masa pandemi saat ini. “Jadi dengan adanya bantuan stimulus kreatif ini sangat membantu dan mendukung kreativitas seniman di masa pandemi,” ujarnya.

Dek Wahyu juga berpesan, pandemi ini hendaknya menjadi bahan renungan bagi semua. Hal ini menjadi wahana aktualisasi diri untuk mencari langkah baru untuk menciptakan karya dan kreativitas.

“Pesan saya, jangan berhenti berkarya, karena suatu ketika jika alam itu sudah menentukan maka di sana kita akan muncul sebagai sosok pribadi. Dan jangan juga terlalu sibuk berkarya dalam rangka karena itu akan habis pada waktunya. Carilah jati diri kita, tetaplah berkarya dan kita semua pasti bisa,” pesannya. rap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.