Senggigi Terkesan Mati Suri, Dewan PDIP Angkat Bicara

308 Melihat
Foto : H. Raden Nuna Abriadi dan H. Sardian dalam sebuah kesempatan.

LOBAR, POSBALI.CO.ID – Kalangan anggota DPRD dari PDIP baik anggota DPRD NTB maupun Lobar satu kata dalam menghidupkan kembali gairah pariwisata di kawasan Senggigi. Adalah H. Raden Nuna Abriadi dari Fraksi PDIP DPRD NTB dan H. Sardian dari Fraksi PDIP DPRD Lobar yang menyuarakan hal itu.

Raden Nuna, sapaan akrab H. Raden Nuna Abriadi mengaku prihatin dengan kondisi kawasan wisata Senggigi saat ini. Kawasan yang pernah menjadi etalase pariwisata di NTB itu kini seolah mati suri. Dari informasi yang diperolehnya, selama ini kebanyakan wisatawan baik lokal maupun mancanegara konon lebih banyak menginap di Mataram dan hanya numpang lewat di kawasan wisata Senggigi. “Pariwisata Lobar (Senggigi) mati suri, tamu menginap di Mataram dan hanya sekedar melihat pantai ke Senggigi,” katanya Minggu (23/2).

Atas kondisi itu, wakil rakyat asal daerah pemilihan Lobar-KLU itu meminta Pemkab dan juga anggota dewan Lobar lebih aktif mendorong agar Senggigi bisa kembali seperti sebelumnya. Dia menyarakan agar dilakukan pembenahan dari dalam, khususnya upaya meyakinkan Pemprop NTB untuk memberikan suntikan baik moril maupun materil (anggaran). “Benahi dulu di dalam itu. Dalam Rakorbang Provinsi NTB, Pemda Lobar harus mampu meyakinkan Pemprov,” sarannya.

Anggota DPRD Lobar H. Sardian tak menampik apa yang disampaikan koleganya itu. Dia mengapresiasi bantuan Pemprov NTB dalam menggairahkan kembali geliat wisata Senggigi. Namun hendaknya, lanjut dia, dukungan itu direalisasikan dengan memberi dukungan moril dan suport anggaran. “Dan kalau bisa sekaligus menyerahkan pengelolaan aset Pemprov NTB yang ada di Senggigi kepada Lobar,” pintanya.

Ditambahkan Sardian, merosotnya tingkat kunjungan wisatawan di Senggigi disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah banyak fasilitas yang belum dibenahi. Belum lagi pajak hiburan dan hotel yang terlalu tinggi tahun lalu. “Tapi mulai tahun 2020 akan dibenahi kekurangan tersebut dan sudah dibahas dalam setiap rapat di DPRD Lobar bersama eksekutif,” jelasnya.

Raden Nuna kembali menambahkan, permasalahan mendasar atas kondisi Pariwisata di Senggigi bukan soal aset. “Inti masalahnya bukan disana. Kenapa kunjungan wisata menurun, tingkat hunian hotel merosot, itu yang perlu dicari pemecahannya. Kalau soal aset bisa dibicarakan nanti model kerjasamanya,” sambungnya.

Dengan apa yang disampaikan Raden Nuna, Sardian mengaku sepakat. Pemkab Lobar, lanjutnya tinggal menunggu tindak-lanjut dari Pemprop NTB agar bisa terealisasi sebagai bentuk dukungan riil. “Kita menunggu komitmen itu,” tutupnya.

Secara terpisah, salah seorang pelaku pariwisata Lalu Ratmawa Wirajuna menegaskan bahwa, bagaimanapun bentuk suport yang diberikan ke Pemda Lobar jika masyarakat dan pengunjung belum sadar akan kebersihan, kenyamanan, keramah tamahan , semua itu tidak akan berhasil. “Terlebih lagi dengan pengelolaan kawasan wisata selama ini yang sangat sangat minim. Menurut saya perlu juga di lakukan pembinaan, SDM Pelaku wisata, belum lagi dengan beroprasinya kapal cepat yang langsung ke gili-gili,” katanya.

Dulu, wisatawan yang hendak ke Gili selalu memanfaatkan Senggigi sebagai daerah transit atau stop over atau over night sebelum ke Gili. “Perlu juga pemikir pemikir cerdas yang kreatif untuk menarik minat wisatawan agar Senggigi seperti dulu lagi,” harapnya kemudian. 033

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.