Sempat Vakum, BMPS Bali Pilih Ketua Baru

Suasana musyawarah wilayah BMPS Provinsi Bali pada Senin (31/5/2021) bertempat di Sekretariat Perdiknas Denpasar.
357 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali mengadakan musyawarah wilayah (muswil) pada Senin (31/5/2021) di Sekretariat Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar, Jalan Tukad Yeh Aya, Panjer, Denpasar. Muswil yang diikuti perwakilan dari belasan yayasan ini digelar setelah BMPS Bali sempat vakum semenjak mundurnya M.S. Chandra Jaya dari posisi Ketua BMPS Bali.

Ketika Pak Chandra dari Yayasan Dwijendra mundur, semenjak itu kami vakum, banyak anggota yang bingung, di mana sekretariatnya sekarang. Maka, kami dari Perdiknas mengajukan diri untuk memfasilitasi pelaksanaan muswil ini,” ujar Ketua Perdiknas, Dr. Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, selaku tuan rumah pelaksanaan muswil BMPS Bali tahun 2021.

Menurut Eddy, muswil BMPS Bali ini penting digelar untuk mengisi kekosongan posisi ketua. Organisasi tanpa nakhoda, kata dia, tentu saja membuat jalannya organisasi menjadi mandek. Terlebih saat ini banyak isu pendidikan yang mesti dicermati oleh BMPS Bali. Oleh karena itu, Perdiknas mendorong pertemuan ini agar nantinya organisasi bisa berjalan efektif dan efisien. “Saya hanya niat baik untuk menyediakan tempat untuk pertemuan ini, sebab selama dua tahun ini kami di BMPS tidak pernah ada diskusi karena tidak ada nakhoda,” ucapnya.

Sekretaris BMPS Bali 2015-2020, Blasius Naya Manuk, S.Pd, mengatakan, BMPS Bali memiliki anggota yayasan-yayasan pendidikan dari kabupaten/kota se-Bali, kecuali Buleleng dan Bangli. Dia tidak menampik organisasi ini sempat vakum karena kekosongan ketua sejak mundurnya Chandra Jaya. “Dan saat ini kepengurusan lalu sudah selesai, maka kami mengadakan muswil BMPS Provinsi Bali untuk pemilihan kepengurusan periode 2021-2026,” ujarnya sebelum pertemuan berlangsung.

Pertemuan ini sangat penting sehingga BMPS Bali bisa bergerak menyikapi berbagai persoalan pendidikan dan menyambungkannya dengan pihak pemerintah. Blasius menjelaskan, isu yang paling utama saat ini adalah soal adanya ketimpangan kebijakan pemerintah terhadap sekolah swasta. Dia menilai ada kebijakan yang kurang berpihak pada swasta. “Misalnya kebijakan kurang memberikan ruang pendidikan swasta untuk mendapatkan peserta didik baru dengan berbagai macam aturan. Dan juga kebijakan pemerintah yang ingin mendirikan sekolah padahal di wilayah tertentu sudah ada sekolah swasta tapi tidak diberdayakan,” jelasnya.

Setelah melalui diskusi yang alot dari peserta muswil, akhirnya pertemuan ini berhasil membentuk kepengurusan BMPS Provinsi Bali untuk periode lima tahun ke depan. Gede Ngurah Ambara Putra, SH dari Yayasan TP 45 Denpasar terpilih sebagai Ketua Umum BMPS Bali; Sekretaris Umum, Blasius Naya Manuk, S.Pd (Yayasan Insan Mandiri) dan Bendahara Umum, Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda (Perdiknas). Selain pengurus harian, BMPS Bali juga dilengkapi pengawas dengan Ketua Dr. AA Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda (Perdiknas) dan Sekretaris Gusti Putu Suarjana, M.TH (Kristen Harapan). 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.