Sempat Anjlok, Harga Arak Karangasem Mulai Menanjak

I Komang Merta, petani arak tradisional melakukan proses penyulingan arak di dapurnya di Banjar Kalanganyar, Desa Gegelang, Manggis, Karangasem.
364 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Sempat mengalami penurunan harga cukup signifikan, kini harga arak tradisional Karangasem mulai mengalami sedikit meningkat meski masih jauh dari harga tertinggi. Kondisi tersebut diutarakan I Komang Merta (28), petani arak tradisional dari Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Karangasem, saat ditemui di rumahnya, Kamis (23/9/2021).

“Saat ini harga arak tradisional mengalami sedikit peningkatan, dan itu sangat saya syukuri. Semoga saja ke depannya terus mengalami peningkatan, karena ini merupakan pekerjaan saya satu-satunya,” tuturnya.

Merta menyebutkan, kini harga arak tradisional dengan kualitas terbaik berada di kisaran Rp160 ribu per jeriken berisi 9 liter arak. Untuk arak yang kualitasnya lebih rendah masih berada di kisaran harga Rp125 ribu per jeriken. “Harganya baru naik sejak sepekan terakhir, semoga tidak menurun lagi,” katanya mengharapkan.

Meski mengalami peningkatan harga, Merta berujar justru tantangan saat ini yang dihadapi para petani arak tradisional adalah faktor cuaca yang tidak menentu. Sebab, kadang cuaca panas terik, tapi tiba-tiba besoknya hujan lebat. Masalahnya, faktor cuaca sangat mempengaruhi kualitas tuak yang dihasilkan dari pohon kelapa, yang merupakan bahan utama pembuatan arak tradisional.

“Jika cuaca tidak menentu, terkadang pohon kelapa tidak menghasilkan tuak alias nyat (kosong),” keluhnya.

Kisah senada diucapkan I Wayan Sudiasa, petani arak tradisional lainnya. Dia berkata harga arak tradisional sejak beberapa hari terakhir mulai meningkat. “Harganya sudah mengalami sedikit peningkatan sejak beberapa hari terakhir, semoga terus mengalami peningkatan ke depannya. Itu merupakan harapan kami semua sesama petani arak tradisional,” tegas Sudiasa. 017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.