Sembuh dari Corona, Dandim Buleleng Ikut Donor Plasma Konvalesen

Kegiatan donor darah dan plasma konvalesen di RS TNI AD Wirasatya Singaraja, Buleleng, Kamis (7/1/2021).
467 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Sebanyak 10 anggota TNI yang bertugas di Buleleng sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 menjalani donor darah dan plasma konvalesen, Kamis (7/1/2021), di Rumah Sakit (RS) TNI Angkatan Darat (AD) Wirasatya Singaraja. Dari 10 orang tersebut, salah satunya Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto.

Dandim Windra Lisrianto pada Desember 2020 lalu sempat dinyatakan positif terjangkit Corona. Dia mengaku tidak mengetaui pasti di mana terpapar virus tersebut. Hanya saja sebelum dinyatakan positif, ada salah satu anggotanya terlebih dahulu dinyatakan positif Covid-19. Setelah itu dilakukan pelacakan sehingga dirinya harus menjalani tes usap dan hasilnya positif.

“Saya pribadi justru tidak mengalami perubahan tubuh saat itu. Mungkin imun saya turun saat itu sehingga virus itu bisa masuk. Setelah dinyatakan sembuh, maka saya lakukan donor darah plasma ini,” kata Windra Lisrianto.

Terkait kegiatan donor darah plasma konvalesen, kata Dandim, rencana awal ada 22 orang yang bersedia. Namun setelah dilakukan screening, hanya 10 orang memenuhi syarat.

Dengan melihat kasus positif yang masih fluktuatif, dia meminta agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Kami berharap dengan donor darah ini bisa membantu orang lain di luar sana,” ujar Windra Lisrianto.

Kabid Litbang dan Mutu UPTD PMI Bali, dr. Candra Indira Sari, menjelaskan, sampai saat ini pihaknya sudah mengumpulkan sekitar 265 kantong darah. Menurutnya jumlah tersebut masih kurang, mengingat permintaan plasma darah konvalesen sangat tinggi, baik dari dalam maupun luar Bali.

“Kami kesulitan mendapatkan pendonor. Dari seluruh pendonor, hanya 30 persen yang memenuhi syarat. Sulit sekali menemukan antibodi yang baik untuk terapi pasien ini,” ujar Indira Sari.

Dia mengungkapkan, banyak penyintas atau orang yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19 enggan mendonorkan plasma darahnya karena berbagai alasan. “Kami bisa terima karena mungkin mereka trauma. Ada yang takut ke rumah sakit, dan lain sebagainya,” pungkasnya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.