Sembilan Hotel Tutup di Lobar

467 Melihat

Sebanyak sembilan Hotel dilaporkan tutup di wilayah Kabupaten Lobar. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Lobar H. Saeful Ahkam kepada wartawan, Rabu (1/4).

Sembilan hotel yang tutup itu antara lain 2 hotel di wilayah Sekotong dan sisanya sebanyak 7 hotel di kawasan wisata Senggigi. “Namun kami tidak bisa memastikan apakah tutup karena Pandemi Virus Corona atau tidak,” katanya.

Tak hanya itu, Ahkam juga menyatakan bahwa sampai sejauh ini pihaknya masih belum mengetahui apakah tutupnya sembilan hotel itu secara permanen atau hanya sementara. “Kami memprediksi hanya tutup sementara,” imbuhnya.

Lalu bagaimana dengan pekerja di sembilan hotel yang tutup tersebut ? Saeful Ahkam menyampaikan bahwa skema awal dari sembilan hotel tersebut adalah dirumahkan. Namun tentunya menunggu perkembangan selanjutnya.

Dia lantas memberi contoh di Hotel Aruna Senggigi. Hotel berbintang itu tidak melakukan pemberhentian terhadap karyawannya, melainkan menerapkan manajemen sift terhadap para pekerjanya. “Memang dengan posisi minimal di Occupancy saat ini kita sangat prihatin,” ujarnya menyampaikan keprihatinannya.

Terkait tingkat hunian hotel di wilayah Lobar, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol tersebut menyatakan bahwa rata-rata tingkat hunian hotel bulan kemarin masih baik. “Tetapi tentu itu dibawah 40 persen di bulan kemarin. Sementara untuk bulan Maret ini mereka belum melakukan rekap atau penghitungan akhir. Tentu akan semakin sedikit,” jelasnya.

Dikonfirmasi mengenai langkah-langkah Dinas Pariwisata Lobar, Saeful Ahkam menyatakan bahwa pihaknya akan mencoba mengajukan konsep kepada para pelaku usaha, pemerintah desa, maupun para pengelola destinasi untuk terus berkoordinasi. “Suasana hari ini tentu kita kembali ke Zero Point’, kita berada dititik nol. Tapi itu berlaku global, tidak hanya di NTB,” paparnya.

Untuk itu, Ahkam menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya untuk memberikan penyadaran dan kesiapsiagaan kepada para masyarakat dan juga pelaku usaha. “Kami berkeyakinan bahwa ketika suasana tenang, maka orang-orang akan butuh hiburan. Dan disaat itu kita sudah siap. Kita pelan-pelan,” tutupnya. 033

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.