Sembilan Agenda Sains, Teknologi, dan Inovasi Dibahas dalam 76th COSTI ASEAN

494 Melihat

NUSA DUA, posbali.co.id – Kelahiran Revolusi Industri 4.0. dipicu perkembangan bidang sains, teknologi, dan inovasi. Penguasaan terhadap bidang-bidang itu pun menjadi agenda wajib setiap negara di dunia, termasuk negara-negara ASEAN agar bisa eksis.

Menghadapi tantangan itu, pertemuan ke-76 Committe on Science Technology and Inovation (COSTI) ASEAN digelar di Nusa Dua Bali, Rabu (26/6). Ada sembilan agenda keilmuan yang diketengahkan dan diharapkan dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi permasalahan di bidang sains, teknologi, dan inovasi di negara-negara ASEAN.

Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Prof. Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A. mengatakan bidang-bidang ilmu yang dibahas diantaranya teknologi informasi, bioteknologi, teknologi ruang angkasa, kecerdasan buatan (artificial intelligence),hingga manajemen penanggulangan bencana.

“Kali ini kita punya sembilan bidang agenda yang fokus ke pengembangan sains, teknologi, dan inovasi, melipugi bidang-bidang information technology, space technology, advance material,disaster respons management, artificial intellegence, dan sebagainya. Melalui pertemuan ini kita ingin melihat dan menindaklanjuti hasil ASEAN Summit, khususnya mengenai respon kita mengenai Revolusi Induatri 4.0.,” katanya.

Dalam pertemuan itu setiap negara akan berupaya bersinergi untuk memajukan bidang-bidang keilmuan yang dimaksud. Komitmen itu akan didukung dengan program pertukaran pemuda, yang akan memberikan ruang bagi para peneliti muda untuk bekerja selama satu tahun di suatu industri di negara-negara ASEAN. “Nanti akan ada young fellowship, dimana peneliti muda akan diberi kesempatan bekerja selama setahun, kemudian mengidentifikasi perkembangan sains dan teknologi yang relevan di tempatnya bekerja, yang terkait konsep-konsep baru dalam bidangnya,” jelasnya.

Selain itu, pertemuan itu juga akan menjadi pijakan setiap delegasi dalam memberikan evaluasi dan rekomendasi terhadao program-program yang ada di komite. “Output lainnya juga akan dibahas terkait hilirisasi penelitian-penelitian dalam jurnal ASEAN Journal and Research, yang dapat diakses, termasuk kolaborasi dengan berbagai sektor terkait hilirisasi kajian lainnya,” ujarnya.

Chair of COSTI ASEAN, Dr. Rowena Cristina L. Guevara, mengatakan ASEAN sebagaimana wilayah-wilayah lain di muka bumi sejatinya memiliki potensi lebih besar dalam penguasaan sains, teknologi, dan inovasi. ASEAN beruntung dengan angka demografinya yang banyak memiliki anak muda.

“Kita (ASEAN) sebenarnya harus lebih handal dalam penguasaan sains, teknologi, dan inovasi. ASEAN memiliki banyak generasi muda, dan beruntung dengan angka demografinya yang tinggi untuk mengembangkan sains, teknologi, dan inovasi,” pungkasnya.

Sebelum bernama COSTI, komite ini dikenal sebagai COST (Committe on Science and Technology). Merespon perkembangan bidang-bidang inovasi, lembaga ini pun diubah menjadi COSTI dengan menambahkan aspek inovasi. eri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.