Sekdut dan UHN Sugriwa Suguhkan “Men Tiwas Men Sugih”

“Men Tiwas Men Sugih” garapan Sekdut Bali dan Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
100 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Dikisahkan, Men Sugih yang kikir berulang kali menipu Men Tiwas dengan berbagai cara. Men Tiwas yang begitu polos dan baik hati, selalu memaafkan perlakuan Men Sugih yang menindasnya. Suatu ketika, anak Men Tiwas sakit keras, hingga tidak terselamatkan nyawanya. Meskipun diliputi kesedihan yang luar biasa, ia tetap tegar. Dengan langkah tertatih, karena kenangan bersama anaknya masih kuat membekas, Men Tiwas menuju hutan mencari kayu bakar.

Men Tiwas bertemu seekor kidang (kijang). Binatang berkaki empat itu menyuruh Men Tiwas untuk memasukkan tangan ke pantat menjangan. Dari pantatnya, keluar harta berlimpah. Mengetahui hal itu, Men Sugih berpura-pura ke hutan berharap mendapatkan anugerah itu. Namun nahas, kidang tidak memberikannya anugerah, justru menariknya, sehingga terluka dan babak belur.

Kisah yang diangkat dari cerita rakyat ini, digarap Sekdut Bali dan Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Agenda sesolahan seni sastra virtual Bulan Bahasa Bali yang disiarkan melalui kanal YouTube Disbud Provinsi Bali pada Rabu (3/2/2021) petang.

“Seni pertunjukan virtual merupakan sebuah alternatif baru dalam sajian seni pertunjukan terkait dengan situasi pandemi Covid-19, yang membatasi ruang gerak dan apresiasi seniman khususnya pertunjukan secara langsung karena menghindari terjadinya kerumunan masa,” kata Sang Sutradara, I Gede Tilem Pastika.

Konsep seni pertunjukan ini bukan diaktualisasikan dalam panggung pementasan, tetapi di depan kamera dengan teknik sinematografi. Karya ini divisualisasikan dalam bentuk video, dengan konsep total teater, sehingga dapat memberikan nuansa berbeda dari karya-karya film pendek lainnya.

Semua pemain menggunakan Bahasa Bali, serta mengangkat berbagai macam suguhan paribasa Bali. Di sana ada penciptaan Pupuh sesuai dengan rangkaian cerita yang dibawakan. Alur dari karya ini menggunakan alur maju dengan pusat penokohan pada “Men Tiwas dan Men Sugih”.

Menariknya lagi, isi dari cerita yang dibawakan dari karya ini tertuang pada pembagian plot adegan dengan tetap mengacu pada sumber sastra yang diberikan oleh Panitia Bulan Bahasa Bali. Walau demikian, sutradara tampak kreatif dengan memasukkan beberapa aspek improvisasi cerita, sehingga garapan ini menjadi sajian yang sangat menarik.

Karya ini didukung oleh 35 orang yang terdiri dari sutradara, aktor, penari, pemusik, kameramen, editor, hingga kru perlengkapan yang merupakan mahasiswa UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dan Anggota Sekdut Bali Performing Arts Community.

Koreografer yakni I Made Wira Ryandika dan komposer I Wayan Agus Widiastra, tampaknya memiliki imajinasi yang sama, sehingga antara tari dan musik iriangan sangat serasi. Iringan musik ataupun vocal dan tembang sangat mendukung setiap gerak pemain dan setiap adegan, sehingga menjadi pertunjukan menarik.

Dr. I Wayan Sugita selaku pembina juga sangat sensitif sehingga garapan ini menjadi tak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan positif dalam menjalani kehidupan.

Sementara itu, Pelaksana Teknis Bulan Bahasa Bali, Made Mahesa Yuma Putra, Kamis (4/2/2021), menyampaikan, para sanggar atau kelompok seni tetap mendapat kesempatan manggung meski saat pandemi Covid-19, namun mereka tampil secara virtual. Mereka menyajikan garapan yang mengacu tema besar yaitu Wana Kerthi. Secara konsep para sanggar ini menampilkan garapan yang isianya diangkat dari sumber sumber suci yang sarat makna dan pesan moral.

“Menerjemahkan konsep tema tersebut dari berbagai sumber misalnya pustaka lontar, seperti Taru Pramana, Aji Janantaka, terkait usadha, dan lain-lain, untuk pergelaran ini tidak saja sifatnya menghibur melainkan mampu memberikan pesan atau tuntunan bagi kehidupan masyarakat,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.