Sekali Merengkuh Dayung, Kuliah di ITB STIKOM Bali Lampaui Dua Tiga Pulau

Foto: Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan saat bertemu President National Taiwan University of Science and Technology ketika berkunjung ke kampus Taiwan Tech itu di Taipei.
353 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Dual degree, sekali kuliah dapat dua gelar. Mungkin hal itu tidak akan mungkin terjadi di Bali. Namun, sesuatu hal yang tak mungkin itu kini ditepis ITB STIKOM Bali. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Melanjutkan di perguruan tinggi ini, mahasiswa bisa meraih dua gelar sekaligus hanya dalam satu kali kuliah saja.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menuturkan, ITB STIKOM Bali yang berada di bawah Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar (Yayasan WDS Denpasar), terus melakukan inovasi.

Dijelaskan, ITB STIKOM Bali sejak tahun 2017 membuka Program Internasional Dua Gelar bekerja sama dengan Help University Kuala Lumpur, Malaysia. Inovasi ini, kata dia, untuk memenuhi keinginan masyarakat Bali mengingat banyak mahasiswa Bali kuliah di luar negeri.

“Mahasiswa kami akan mendapat dua gelar yakni gelar Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB STIKOM Bali dan gelar Bachelor of Information Technology (BIT) dari Help University. Saat ini sekitar 150 mahasiswa sedang kuliah Program Internasional,” tutur Dadang Hermawan di Kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Minggu (13/6).

Dia menambahkan, melihat banyaknya anak muda Bali melanjutkan kuliah di Binus University Jakarta, sejak tahun 2018 lalu ITB STIKOM Bali merintis kerja sama dengan Binus University Jakarta. Hingga akhirnya, kata dia, merealisasikan membuka Program Nasional Dua Gelar, tahun 2020 untuk gelar S.Kom dari ITB STIKOM Bali dan Sarjana Manajemen (SM) dari Binus University Jakarta.

“Jadi bagi calon mahasiswa asal Bali, kalau ingin kuliah di Binus Jakarta, tidak perlu lagi ke Jakarta, cukup di ITB STIKOM Bali saja, lebih hemat dan punya dua gelar pula, apalagi menguasai TI yang sekarang menjadi primadona,” bebernya.

Sementara itu, menyikapi situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda Bali sejak medio Maret 2020, Dadang Hermawan menilai bahwa Era New Normal yang sudah digaungkan, penyesuaiannya itu belum maksimal.

“Penyesuaian itu tidak cukup dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Tetapi juga dengan menyiapkan generasi muda, menyiapkan anak-anak kita memasuki jenjang pendidikan yang sesuai dengan situasi sekarang dan kedepannya,” katanya.

Dadang Hermawan meyakini, saat ini dan ke depan adalah eranya bisnis digital. Itulah maka sejak tahun 2020 lalu ITB STIKOM Bali membuka Program Studi (Prodi) Bisnis Digital dan Prodi Teknologi Informasi untuk melengkapi Prodi Sistem Komputer, Prodi Sistem Informasi, dan Prodi Manajemen Informatika.

Prodi Bisnis Digital ini memiliki lima konsentrasi, yakni Bisnis Perhotelan, Bisnis Kuliner, Bisnis Akuntansi Perpajakan, Digital Marketing, dan Digital Bisnis Seni Pertunjukkan.

“Prodi Bisnis Digital ini menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi informasi dengan dunia bisnis sehingga mampu bersaing di era digitalisasi saat ini maupun ke depannya,” sebut Dadang Hermawan.

Sedangkan Prodi Teknologi Informasi (TI), lanjut Dadang Hermawan, akan menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian dibidang komputer yang mampu merancang, membangun, dan mengoperasikan sistem yang berfokus langsung terhadap implementasi serta infrastruktur sistem pendukung perusahaan dan bisnis.

Dadang Hermawan juga mengungkap, pihaknya telah menjajaki University of Science and Technology pada tanggal 10 Desember 2019, dan bertemu langsung President National Taiwan University of Science and Technology ketika berkunjung ke kampus Taiwan Tech itu di Taipei kala itu. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.