Satgas Covid-19 Buleleng Hentikan Acara Hiburan di Desa Temukus

Acara hiburan yang digelar oleh PT Kutus-kutus pada hari pertama di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng.
185 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Pagelaran Mahakarya Kutus-kutus yang diselenggarakan produsen minyak rempah-rempah PT Kutus-kutus Herbal, bertempat di halaman parkir Krisna oleh-oleh di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, menuai kritik. Komponen masyarakat Desa Adat Temukus mengkritik kegiatan tersebut karena berlangsung di tengah situasi pandemi Covid-19 dengan mendatangkan ratusan orang undangan.

Sejatinya acara ini berlangsung dari Jumat (11/12/2020) sore sampai dengan Sabtu (12/12/2020) dengan izin Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Bupati Buleleng melalui surat keterangan tanggal 26 November 2020, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Acara inipun sempat berlangsung pada Jumat dengan sukses mendatangkan artis nasional. Namun pada Sabtu, acara ini ditiadakan atas instruksi dari Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng karena ada respons kurang positif dari masyarakat.

Wakil Ketua Kerta Desa Adat Temukus, Gede Harja Astawa, yang mengkritik keras terselenggaranya acara Mahakarya Kutus-kutus tersebut. Harja menuturkan, di Desa Temukus dalam waktu dekat akan menggelar piodalan di Pura Segara pada Selasa (15/12/2020). Tetapi, hasil paruman desa adat sepakat meniadakan pelaksanaan piodalan di Pura Segara yang cukup diganti dengan atur piuning pada Senin (14/12/2020) dan hanya diwakili oleh beberapa prajuru adat saja.

Oleh karena itu, pihaknya mengkritik kegiatan yang dilaksanakan pihak lain di desa adat setempat dengan melibatkan banyak orang. “Kami sudah mengikuti aturan dari protokol kesehatan, untuk dapat mencegah kerumunan massa dan meminimalkan penyebaran virus Covid-19. Pertanyaan kami, apakah Satgas Covid-19 Buleleng berani menerapkan aturan yang tegas? Karena itu melanggar,” kata Harja.

Tekait penerapan prokes 3M dalam acara hiburan tersebut, dia tak menampik hal itu pasti diterapkan oleh panitia, baik memakai masker maupun mencuci tangan dengan air bersih. Hanya saja Harja meragukan undangan yang datang tidak bisa menjaga jarak kendatipun di areal lokasi kegiatan sudah dipasang garis pembatas.

Jangan sampai kegiatan yang ada kerumunan tapi dibiarkan aparat Satgas Buleleng, malah membuat masyarakat apriori terhadap virus Corona. Terpenting, kata dia, jangan sampai pascakegiatan itu Buleleng makin parah terhadap penyebaran virus Corona. “Buleleng sekarang zona oranye. Saya sih berharap tidak terjadi apa-apa,” ujar Harja.

Menyikapi hal itu owner PT Kutus-kutus yang juga penemu minyak rempah-rempah Kutus-kutus, Servasius Bambang Pranoto, menampik keras tudingan terhadap kegiatan yang diselenggarakan itu melanggar prokes. Kata dia, acara itu tujuannya untuk membangkitkan semangat masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, juga membangkitkan ekonomi Bali Utara.

“Kami adakan acara itu telah ikuti prokes, jarak antara pengunjung 1 dengan lainnya berjarak 2 meter dan ada pagar pembatas, setiap udangan duduk pakai tikar. Dari 400 orang kami bagi dua grup. Kami tidak gegabah melakukan ini, bahkan ada pihak kepolisian untuk membantu mengatur jarak,” ucap Bambang.

Bukan hanya itu, undangan yang datang ini merupakan internal PT Kutus-kutus. Bahkan mereka sudah dilakukan rapid test (tes cepat) dengan hasil nonreaktif. Artinya, kata dia, mereka sehat. “Tidak benar itu kami melanggar prokes. Dari awal yang datang sudah dirapid, cek suhu, serta kondisi kesehatannya karena tujuan kami harus hidup normal di tengah pandemi dan kami mencoba ini,” ungkap Bambang.

Melihat gejolak yang ada, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menghentikan kegiatan itu pada hari kedua, Sabtu (12/1/20202). Penghentian ini karena ada respons kurang baik dari masyarakat setempat.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan, dari hasil pemantauan di hari pertama kegiatan itu digelar dengan prokes. Tapi, sesuai hasil rapat sebelumnya jika terjadi respons yang kurang baik di masyarakat, maka kegiatan tersebut harus dihentikan.

“Kesimpulannya supaya kegiatan malam ini (Sabtu, red) ditiadakan. Silakan mengalihkan ke kegiatan-kegiatan lain yang bersifat tidak berkerumun. Dari pemantauan yang datang pada kegiatan itu sudah diatur dengan baik, mulai dari jarak. Bahkan, tim Satgas telah turun ke lapangan memantau,” jelas Suyasa.

Dilihat dari kesiapan panitia penyelenggara bahwa sudah betul-betul menerapkan prokes Covid-19. Hal tersebut bisa dilihat dari adanya tempat cuci tangan. Ukur suhu tubuh pada peserta yang datang. Wajib memakai masker sudah dijalankan dan yang paling berat yaitu menjaga jarak. “Kami melihat bahwa itikad dari panitia untuk menjalankan prokes. Maka, Bapak Bupati berani memberikan izin,” pungkas Suyasa. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.