Sampah Plastik Ditukar dengan Sembako

SAMPAH plastik ditukar dengan sembako? Tak percaya? Buktikan dan datang saja ke Banjar Jangkahan, Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Foto: gap
633 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Sampah plastik ditukar dengan sembako? Jika tak percaya, datang dan buktikan saja ke Banjar Jangkahan, Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Kalau masih bingung juga, tanya kepada salah seorang warga setempat, I Made Janur Yasa (51), karena dialah yang jadi sponsor dan yang empunya ide dari kegiatan tersebut.

Untuk menemui Janur memang tidak selalu mudah. Namun, posbali.co.id beruntung bisa menghubunginya, karena dia juga sibuk dengan usaha restoran miliknya di Ubud, Gianyar. Singkat cerita, Janur menyebut ide tersebut bermula dari keinginan untuk mewujudkan kebersihan lingkungan, terutama dari sampah plastik.

Hal ini juga sesuai program Gubernur Bali untuk menuju Bali bebas dari sampah plastik. “Selain itu, juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama dari sampah plastik, sehingga Bali bisa jadi pulau yang bebas sampah plastik,” kisahnya, Selasa (5/5/2020).

Janur bertutur, ide itu muncul juga karena berawal dari keresahannya melihat sampah plastik yang menumpuk. Menurutnya, itu bisa membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. “Pokoknya, kalau melihat sampah plastik itu mata saya jadi meslibetan (risi),” ujarnya gemas.

Berawal dari hal itu, Janur kemudian menemukan cara. Apalagi dalam situasi krisis karena pandemi virus Corona seperti saat ini yang serbasulit. Namun, dia yakin jika dalam situasi yang sulit ini masih ada kesempatan yang bisa dilakukan, yaitu membantu warga menukarkan sampah plastik dengan beras atau minyak goreng. Janur pun memulai dari tingkat masyarakat di banjarnya, yakni di Banjar Jangkahan.

Bukan bermaksud apa-apa, sebutnya, dalam pemikirannya dia tidak ingin melihat bahwa untuk mendapat sesuatu bisa dengan mudah atau cuma-cuma. Jangan sampai ada anggapan dia mendidik mental orang dengan minta-minta. “Tidak ada yang salah dari si pemberi ataupun menerima, tapi janganlah jadi mental pengemis. Jagan sampai orang Bali jadi seperti itu,” tegasnya.

Terkait kegiatan penukaran sampah plastik dengan sembako, secara pribadi dia menyiapkan dua ton beras dan minyak goreng. Penukaran barang dengan bahan pangan itu, yaitu dengan sistem pungut plastik dari rumah tangga yang baru dilakukan mulai 3 Mei 2020.

Sampah plastik yang ditukar dengan sembako itu bergantung jenisnya. Misalnya, satu kilogram sampah plastik tertentu ditukar dengan satu kilogram beras. Jadi, bergantung nilai tukar dan jenis plastiknya juga.

Ide positif dan inspiratif itu pun didukung Perbekel Desa Batuaji, I Dewa Ketut Suwagiman. “Baru kemarin saya dapat informasi bahwa ada warga saya yang punya ide bagus seperti itu. Harapan saya, kegiatan tersebut bisa ditingkatkan ke desa. Saya sangat mendukung sekali hal-hal positif seperti itu,” pujinya. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.