Saling Tantang Berujung Penebasan

Dewa Arjun, terduga pelaku penebasan.
325 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Diduga ada selisih paham dan saling tantang berkelahi, Dewa Made Arnawa alias Dewa Arjun (39) nekat menebas Made Widi Sastrawan alias Rinto (29) menggunakan sebilah arit. Beruntung, nyawa korban selamat dari maut. Kasusnya kini ditangani Satreskrim Polres Buleleng.

Menurut informasi yang diterima, kejadian ini bermula dari antara terduga pelaku Dewa Arjun dengan korban Rinto terjadi selisih paham yang diperkirakan dipicu karena perjudian. Dari selisih paham itu, kemudian terduga pelaku yang warga Kelurahan Banyuning, Buleleng ini menantang korban untuk berkelahi.

Tantangan terduga pelaku disetujui korban yang tinggal kos di Gang Candi Baru, Kelurahan Penarulan, Buleleng. Selanjutnya pada Minggu (13/6/2021) sekitar pukul 19.30 WITA, terduga pelaku mendatangi kos korban dengan membawa sebilah arit. Korban yang menerima tantangan terduga pelaku pun juga membawa sepotong bambu.

Tanpa banyak kata, terduga pelaku langsung menebas korban sebanyak 2 kali yang mengenai kaki kanan dan tangan kiri. Lantaran merasa terluka, korban kemudian menyatakan menyerah dan terduga pelaku menghentikan aksinya dan kembali pulang ke rumahnya.

Atas kejadian ini, korban Rinto pun mengalami luka pada bagian kaki dan tangan serta sempat mendapat perawatan medis. Namun sekarang korban sudah dalam kondisi membaik karena tidak ada luka yang serius. Selanjutnya kasus ini dilaporkan oleh korban ke Polres Buleleng.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, mengatakan, saat ini terduga pelaku Dewa Arjun sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah arit yang digunakan pelaku menebas korban.

Menurut Iptu Sumarjaya, berdasarkan keterangan sementara dari terduga pelaku, antara terduga pelaku dan korban memang sebelumnya saling tantang berkelahi. Dalam perjanjian perkelahian itu, siapa yang kalah harus menyerah dan tidak melapor ke polisi.

Kendati demikian, korban tetap memilih melaporkan dugaan tindakan kekerasan ini ke Polres Buleleng. “Kasusnya sekarang masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Untuk terduga pelaku masih dimintai keterangan polisi. Status belum tersangka,” ungkap Iptu Sumarjaya.

Jika dalam pemeriksaan nantinya penyidik menemukan bukti yang cukup, maka terduga pelaku akan dilakukan upaya paksa untuk bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Jika ditemukan bukti yang cukup atas perbuatan terduga pelaku, maka dilakukan upaya paksa. Tapi saat ini terduga masih dilakukan pemeriksaan,” pungkas Iptu Sumarjaya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.