Salah Gunakan Masker Diberi Sanksi Push up

Tim Yustisi melaksanakan penertiban prokes PPKM skala mikro di sejumlah lokasi di Kota Denpasar
456 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Tim Yustisi Kota Denpasar memberi sanksi push up kepada 10 orang yang tidak menggunakan masker dengan benar. Sanksi tersebut merupakan bentuk pembinaan kepada para pelanggar Protokol kesehatan (Prokes).

Pembinaan tersebut diberikan saat melaksanakan penertiban Prokes pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Jalan Gunung Galunggung Denpasar, Pasar Pula Kerthi, dan areal Lapangan Puputan Badung Denpasar I Gusti Made Agung, Rabu (12/5/2021).

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, sanksi pembinaan itu diberikan sebagai upaya menekan penularan Covid-19 di Kota Denpasar. Untuk memberikan efek jera, pelanggar Prokes itu diberikan sanksi push up di tempat dan menandatangani surat pernyataan tidak melanggar Prokes lagi.

“Jika kemudian hari ditemukan melanggar lagi maka mereka harus siap menerima tindakan lebih tegas,” kata Sayoga.

Ia menjelaskan, pihaknya rutin melaksanakan penertiban Prokes untuk menekan penularan Covid-19 . Jika ditemukan ada yang tidak menggunakan masker maka akan didenda ditempat. “Sedangkan bagi yang salah menggunakan masker akan diberikan pembinaan,” ujarnya.

Sayoga mengaku pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat agar tidak ada yang melanggar prokes.

Untuk kebaikan semua orang, Ia mengaku tidak lelah dan akan terus mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar selalu menaati prokes 6 M, yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan.

“Dengan cara itu diharapkan penularan Covid-19 dapat dikendalikan. Mengingat kasus yang positif Covid-19 saat ini masih terus ditemukan,” pungkas Sayoga. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.