Sajikan Cara Berbeda, Avara Garap Video Klip dengan HP

370 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Avara, band modern rock berbahasa Bali yang lahir pada 2013 silam kembali membuktikan eksistensinya di panggung musik Bali. Pembuktian itu dijawab melalui rilis single teranyar “Kewatesin Kasta”.

Secara tematik, tidak ada hal menonjol yang disampaikan band beranggotakan Indrawira (vokal, gitar), Gery (gitar), Made Sugiantara (bass), dan Gusde (drum) ini. Pendengar yang paham bahasa Bali tak akan kesulitan menangkap narasi “Kewatesin Kasta” yang menuturkan kandasnya cinta dua sejoli lantaran terhalang status sosial (kasta). Tema ini terbilang umum dan banyak diambil oleh musisi Bali, baik solois maupun band.

Namun, kejutan justru dihadirkan Avara melalui video klip berdurasi sekitar 4 menit tersebut. Pengambilan video klip yang diproduksi Jibolba Baker dan DNJ Production berupaya mendobrak kebiasaan sekaligus upaya beradaptasi dengan kemajuan zaman. Bukan dengan kamera canggih seperti pengambilan video pada umumnya, video klip hanya diambil menggunakan kamera handphone (HP).

“Kami ingin membuktikan bahwa berkreativitas tidak dapat dibendung oleh keberadaan alat. Alat itu hanya pendukung, dan dalam proses kreatif itu yang mahal adalah idenya. Tinggal bagaimana kita menuangkan ide dengan alat yang bisa dijangkau,” kata founder DNJ Production, Ida Bagus Hari Kayana Putra di Denpasar, Sabtu (14/9).

Menurutnya, dengan kualitas kamera HP saat ini, pengambilan video klip sudah bisa dilakukan. Kualitasnya pun dapat diadu dengan video yang diambil menggunakan kamera. “Mengambil gambar dengan kamera HP bukan berarti murahan. Jangan juga diartikan kita menghancurkan pasar, banting harga karena menggunakan alat yang minim,” tegasnya.

Pandangan serupa dinyatakan founder Jibolba Baker, Bagus Windhi. Gagasan yang dilontarkan dalam video klip tersebut sejatinya berupaya menjawab tantangan kekinian untuk beradaptasi dengan zaman. Menurutnya, saat ini banyak orang yang “mengkambinghitamkan” alat sebagai alasan tak berkarya. Padahal, kemajuan teknologi sudah membukakan pintu semudah-mudahnya dan seluas-luasnya untuk tetap berkarya.

“Semua video diambil dengan menggunakan fitur yang tersedia pada HP. Kami betul-betul eksplorasi semua fitur yang dimiliki HP. Video yang diambil sangat minim editing, hanya sebatas cuting. Untuk mendapat kualitas yang sama, kita gunakan HP berjenis sama,” jelasnya.

Pengambilan video dengan HP diakui turut memberi kemudahan dari sisi persiapan dibandingkan menggunakan alat. Sejumlah cerita menarik juga tercipta selama proses penggarapan video klip. “Jauh lebih simple (gunakan HP). Tapi, yang namanya HP kita sering kebablasan. Sudah tahu akan digunakan syuting, tapi kita gunakan main game, hingga akhirnya baterainya habis, dan harus charge dulu. Pernah juga saat ambil video, ada telfon masuk. Dan, yang paling mendebarkan itu, saya sempat sangsi dengan hasilnya. Bisa bagus tidak? Masak sudah jauh-jauh syuting, tapi tidak ada hasil? Namun, akhirnya semua itu terjawab,” tuturnya.

Terkait proses kreatif lagu, Indrawira mengatakan lagu tersebut diciptakan pada tahun 2013. Namun, karena berbagai alasan penggarapan lagu baru bisa dirampungkan tahun 2019. Proses rekaman dilakukan langsung di studio musik miliknya yang memakan waktu 10 hari.

“Konsep video kita ambil dengan ide cerita flashback, sesuai dengan lirik yang menceritakan cinta dua kekasih yang kandas karena kasta. Model laki-laki dalam video diperankan Yudi Darmawan, personel Leeyonk Sinatra, sedangkan model perempuan diperankan Tri Paramita, mahasiswa ISI Denpasar,” katanya.

Kehadiran “Kewatesin Kasta” diharapkan dapat menyemarakkan dunia musik Bali. Pasca launching, lagu ini dapat dinikmati penggemar di platform-platform digital. 015

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.