Sah! Tak Pakai Masker di Bali Denda Rp100 Ribu

Foto: GUBERNUR Koster didampingi Kasatpol PP Dewa Dharmadi (kiri); Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Gunaja, dan Karo Hukum IB Sudarsana (kanan), saat mengumumkan Pergub 46/2020 diGedung Gajah Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Rabu (26/8). Foto: alt
241 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Gubernur asal Sembiran ini mengungkapkan, pelanggar Pergub ini ditunjukan baik bagi perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang terbukti tidak melaksanakan kewajiban protokol kesehatan, dikenakan sanksi administratif.

Koster mengatakan, sanksi administratif bagi perorangan yang melakukan perjalanan dan atau berkegiatan ke Bali, antar kabupaten/kota di Bali atau di tempat yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, yakni berupa penundaan pemberian pelayanan administrasi sesuai kewenangan pemerintah provinsi, atau membayar denda administratif sebesar Rp100 ribu bagi yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah.

Lanjut dia, bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum, membayar denda administratif sebesar Rp1 juta jika tidak menyediakan sarana pencegahan Covid-19. Selain itu, juga diberikan sanksi akan dipublikasikan di media massa karena kurang atau tidak taat protokol kesehatan, serta rekomendasi pembekuan sementara izin usaha dari pejabat atau instansi yang berwenang.

“Selain sanksi, perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, penanggung jawab tempat dan fasilitas umum juga dapat dikenakan sanksi lainnya sesuai awig-awig atau pararem desa adat, atau ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya di Gedung Gajah Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Rabu (26/8).

Menurutnya, sosialisasi Pergub ini direncanakan berlangsung paling lama dua minggu, karena akan segera diberlakukan secara efektif sejak diumumkan per Rabu kemarin. Kata dia, dalam Pergub ini tidak ada peraturan yang baru, namun pengaturan dalam bentuk produk hukum terkait dengan Tatanan Kehidupan Era Baru yang telah diberlakukan sebelumnya melalui Surat Edaran Gubernur. Di mana pada intinya, menganjurkan agar seluruh masyarakat untuk selalu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan serta protokol kesehatan lainnya.

“Jadi sekarang, apa yang dituangkan dalam SE Gubernur, ini dituangkan ke dalam Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020, sesuai dengan instruksi Bapak Presiden dan juga Bapak Menteri Dalam Negeri. Tujuannya agar masyarakat semakin tertib dan disiplin dalam mengikuti, melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19. Ini demi kebaikan kita semua, demi melindungi diri kita dan melindungi sahabat atau kawan-kawan yang ada di sekitar kita,” bebernya.

Kata dia, pembinaan, pengawasan dan penegakan dilakukan oleh perangkat daerah bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota melalui sosialisasi, patroli dan atau operasi penertiban. Sedangkan pembinaan, pengawasan dan penegakan yang dilakukan oleh perangkat daerah dapat mengikutsertakan TNI, Polri, Desa Adat, tokoh agama, tokoh masyarakat atau Krama Bali. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.