RSUD Wangaya Kembali Konversi Ruang Rawat Jadi Isolasi Pasien Covid-19

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, bersama Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya, saat meninjau RSUD Wangaya berkenaan dengan ketersediaan ruangan isolasi Covid-19 beberapa waktu lalu.
341 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa wilayah Jawa dan Bali termasuk Kota Denpasar berdampak pula pada ketersediaan ruangan di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19. Menyikapi kondisi tersebut, RSUD Wangaya Kota Denpasar melaksanakan penambahan ruang perawatan bagi pasien Covid-19.

Direktur RSUD Wangaya Kota Denpasar, dr. AA Made Widiasa, Jumat (23/7/2021) mengatakan, mengingat kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih melonjak, RSUD Wangaya melaksanakan langkah antisipasi dengan menambah ruang perawatan.

Pihaknya melakukan penambahan sebanyak 50 tempat tidur sehingga saat ini daya tampung ruang rawat pasien Covid-19 di RSUD Wangaya menjadi 123 tempat tidur atau 68,33 persen dari total keseluruhan 180 tempat tidur. “Kami kembali melaksanakan konversi beberapa ruangan untuk menjadi ruangan isolasi khusus perawatan pasien Covid-19,” jelasnya.

Widiasa menjelaskan, meski beberapa ruangan dikoversi menjadi ruang isolasi, perawatan untuk pasien non Covid-19 tetap dilaksanakan dengan maksimal. Dia berharap dengan penambahan ruang isolasi khusus Covid-19 ini dapat mendukung penanganan maksimal bagi pasien Covid-19 di Kota Denpasar. “Kami berharap dengan adanya penambahan ruangan ini mampu mendukung upaya penanganan Covid-19 di Kota Denpasar,” harapnya.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menginstruksikan Satgas Covid-19 di Kota Denpasar bekerja taktis dan tanggap mengingat kasus Covid-19 masih tinggi. Dalam rapat evaluasi Satgas Covid-19 Kota Denpasar pada Jumat (23/7/2021) Wali Kota Denpasar, menekankan beberapa hal penting. Di antaranya Satgas Covid-19 di Kota Denpasar diharapkan mampu bekerja lebih taktis.

“Karena situasi kasus Covid-19 di Kota Denpasar melonjak tajam, Satgas hendaknya lebih taktis dan fleksibel, namun tetap tanggap dan berpedoman pada SOP,” jelas Jaya Negara didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Wali Kota juga menekankan saat ini situasi sangat sulit. Di mana BOR rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Denpasar rata-rata terisi diatas 80 persen bahkan ada yang sudah 100 persen. Untuk itu, diperlukan koordinasi lintas sektor mendukung ketersediaan ruang isolasi khusus Covid-19, termasuk juga ketersediaan oksigen dan lokasi isolasi mandiri terpusat.

“Kami juga sudah menjajaki komunikasi dengan RS swasta agar memaksimalkan ruang isolasi perawatan Covid-19, termasuk RSUD Wangaya yang sudah melaksanakan konversi dan menambah ruangan menjadi ruang isolasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jaya Negara mengajak seluruh Satgas dan masyarakat agar mendukung percepatan program vaksinasi Covid-19 sehingga secara berkelanjutan dapat menjadi ikhtiar bersama dalam mengakhiri pandemi. “Vaksinasi juga terus kami maksimalkan untuk mencegah penularan Covid-19 serta membentuk imunitas tubuh masyarakat,” katanya.

Wali Kota juga mengajak seluruh OPD dan masyarakat bergotong-royong mendukung pergerakan ekonomi masyarakat di masa penerapan PPKM level 3. “Tentu tidak hanya kesehatan, kami juga mengajak masyarakat bersama-sama bergotong-royong, termasuk OPD agar memaksimalkan program bapak angkat kebersihan untuk mendukung pergerakan ekonomi dengan berbelanja di UMKM yang ada di desa/kelurahan binaannya,” tandasnya. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.