RSUD Sanjiwani Gianyar Tambah 22 Bed Isolasi Corona

Pasien Covid-19 di RSUD Sanjiwani Gianyar yang meningkat menyebabkan harus ada penambahan 22 bed untuk isolasi.
134 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Sejak dua pekan terakhir pasien corona (Covid-19) di Gianyar terus meningkat, bahkan ada yang dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) sembari menunggu adanya kamar kosong. Mengatasi hal itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar menambah 22 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Saat ini semua pasien Covid-19 yang dirawat di UGD telah mendapat perawatan di kamar isolasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rabu (28/7/2021) sejak dua pekan ini tenaga kesehatan di RSUD Sanjiwani kewalahan menangani pasien Covid-19 karena jumlah pasien bertambah terus. Di samping itu banyak tenaga kesehatan yang tumbang terpapar Covid-19, sehingga antara tenaga dan pasien yang harus dirawat tidak seimbang. Ini menyebabkan para nakes mengambil pekerjaan di luar tugasnya. Misalnya petugas di ruang kebidanan, kini terpaksa membantu petugas di UGD menangani pasien Covid-19.

Selain itu, saat ini juga terjadi alih fungsi ruangan. Sebelumnya ruang perawatan pasien Covid-19 hanya di ruangan Abimanyu. Namun, belakangan ini, ruang Yudistira juga difungsikan sebagai ruang pasien Covid-19. Dan, sejak kemarin ruangan Astina juga difungsikan untuk isolasi pasien Covid-19. Sementara ruang yang tersisa untuk pasien umum hanya ruang Ayodya yang dulunya untuk VIP, tapi kini jumlah bed atau kasur di ruang VIP ini ditambah.

“Nakes mulai kewalahan, karena sudah ada yang terpapar dan pasien membeludak. Tenaga untuk UGD yang banyak ada antrean pasien Covid terpaksa dibantu dari ruang lainnya,” tutur seorang staf RSUD Sanjiwani.

Dirut RSUD Sanjiwani, dr. Ida Komang Upeksa, membenarkan saat ini jumlah pasien meningkat. Karena itu pihaknya menambah 22 bed untuk pasien Covid-19, dengan total saat ini sebanyak 86 bed. “Penanganan Covid di semua rumah sakit rujukan hasilnya meningkat, tapi di Gianyar bisa kami tangani karena kami menambah ruang isolasi lagi 22 bed,” jelasnya.

Upeksa juga membenarkan sempat terjadi antrean pasien yang sebelumnya dirawat di ruang UGD. Namun, tegasnya, saat ini pasien Covid sudah dirawat di ruang isolasi. Terkait antrean pasien, ucapnya, mereka biasanya ditangani dulu di UGD. Ketika ruangan isolasi penuh, mereka dirawat di sana. “Begitu yang di kamar isolasi pulang atau pindah, kami masukkan yang di UGD ke sana. Tapi per hari ini (28/7) semua yang di UGD sudah mendapat tempat isolasi,” tandasnya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.