Revitalisasi Pasar Umum Gianyar, Pemilik Toko Solid Tak Ingin Dipecah Belah

KEPALA Disperindag Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, saat menemui pemilik toko di Selatan Jalan Ngurah Rai Gianyar. Foto: ist
284 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Para pemilik toko di sebelah selatan Jalan Ngurah Rai Gianyar, mendapatkan surat dari Pemkab Gianyar, Rabu (27/5) perihal Penegasan Kebijakan Bupati Gianyar. Lampiran pada surat dengan Nomor: 511.2/14808/umum, tertanggal 22 Mei 2020 yang ditandatangani Sekda Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, ada dua versi. Pertama diberikan kepada 7 pemilik toko yang menurut Disperindag tidak mengambil undian. Kedua untuk yang sudah 9 pemilik mengambil undian dan mengosongkan toko.

Tidak terima dengan adanya dua lampiran yang berbeda, dan pemilik toko tidak pernah merasa mengambil undian, pemilik toko protes ke Disperindag Gianyar. Akhirnya Kepala Disperindag Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, mendatangi salah satu pemilik toko. Pemilik toko lainnya akhirnya mengembalikan surat tersebut, karena tidak ingin ada upaya memecah belah.

Salah satu pemilik toko, Agus Boga, mengatakan, surat dari Pemkab Gianyar tersebut, seakan akan ingin memecah belah pemilik toko. Dari 20 toko dengan yang ada, hanya 4 pemilik toko yang mengikuti kemauan pemerintah, sedangkan 16 pemilik toko tidak. ‘’Kami ingin dipecah belah, sehingga pemilik toko yang tergabung dalam aliansi Ruko Pasar Gianyar tidak solid lagi,’’ jelasnya.

Dikatakanya, dari 16 pemilik toko ada tiga yang sempat mengambil undian, namun dibatalkan. ‘’Tiga pemilik toko yang membatalkan itu, ingin tetap berjuang bersama anggota Aliansi Ruko Pasar Gianyar,’’ ujarnya.

Sebagai bukti pemilik toko tetap berjuang bersama Aliansi, masing-masing pemilik toko membuat surat pernyataan dan tanda tangan diatas materai 6.000. ‘’Kami komitmen untuk terus berjuang bersama,’’ tegasnya.

Karena itulah, saat Kepala Bappeda meminta agar pemilik toko menghadap bupati secara perseorangan ditolak. ‘’Kami tidak ingin dipecah belah. Karena itu, kalau disuruh menghadap bupati secara perseorangan kami tolak. Tetapi kalau diterima secara berkelompok pasti kami mau,’’ ujarnya.

Hal yang sama dikatakan pemilik toko Purnama, Anas Abdullah. Ditegaskannya, selama ini pemilik toko sangat solid. Setiap ada permasalah pasti dibahas bersama, dan tidak ada yang bertindak sendiri-sendiri. ‘’Setiap langkah yang kami ambil, pasti diputuskan bersama,’’ ungkapnya.

Anas mengharapkan agar permasalah ini bisa diselesaikan secara damai. Apalagi pemilik toko mendukung Revitalisasi Pasar Umum Gianyar. Hanya saja, berikan ruang kepada pemilik toko dialog dengan bupati. ‘’Status kami beda dengan pedagang pasar. Toko kami bangun sendiri, bahkan kami menempati toko turun temurun. Bangunan toko kami juga harus dihargai, jangan di bongkar begitu saja,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, tidak bisa dikonfirmasi. Dihubungi berkali kali gawainya tidak diangkat. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.