Residivis yang Diasimilasi Kembali Lakukan Pencurian di Pupuan

Tersangka I Putu Leong Dwi Angga alias Basir (tengah), saat ditangkap dan digiring ke Polsek Pupuan.
751 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Residivis yang menjalani proses asimilasi terkait wabah Covid-19, I Putu Leong Dwi Angga (20) alias Basir, kembali berulah dalam aksi pencurian. Pengangguran beralamat di Banjar Dinas Yeh Busbus, Desa Sai, Kecamatan Pupuan itu selanjutnya dijebloskan ke Ruang Tahanan Polsek Pupuan.

Kapolsek Pupuan AKP Kadek Ardika, Minggu (7/6), menerangkan, tersangka beraksi di rumah I Nyoman Berata, di Banjar Palisan, Desa Bantiran, Pupuan, Sabtu (6/6) dini hari. Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara membuka jendela yang tidak terkunci. Sesuai laporan korban ke Polsek Pupuan, ada sejumlah barang yang hilang. Antara lain dua HP terdiri atas merk Samsung dan merk Oppo, uang dolar AS sejumlah 100 dolar, dan 10 buah cincin yang salah satunya bermatakan merah delima. Kerugian sekitar Rp60 juta.

Pada hari itu sekitar pukul 02.00, korban bangun untuk buang air kecil. Dia bermaksud untuk melihat jam di HP yang ditaruh di samping tempat tidurnya, namun setelah dicari HP dimaksud sudah tidak ada. Dia curiga ada aksi pencurian, lanjut mengecek barang-barang lainnya yang ternyata juga hilang.

Berdasarkan laporan korban, kemudian polisi melakukan penyelidikan. Hasil pelacakan dengan Google Maps, arah sinyal salah satu HP yang hilang menuju ke Desa Sai, ke arah rumah salah seorang warga yang berduka. Polisi mendapatkan informasi bahwa orang yang dicurigai sudah pulang.

Kecurigaan pun mengarah kepada Basir sehingga anggota Unit Reskrim bergerak ke rumah tersangka. Saat didatangi, yang bersangkutan sedang tidur, dan kemudian dibangunkan. Polisi melakukan interogasi, dan tersangka pun mengakui perbuatannya, lanjut digiring ke Polsek Pupuan.

“Tersangka tersebut sebenarnya masih dalam pengawasan secara tertutup oleh Polsek Pupuan karena yang bersangkutan merupakan residivis kasus pencurian, yang saat ini sedang menjalani proses asimilasi terkait wabah Covid-19. Sebelumnya tersangka menjalani penahanan di Lapas Kelas II-B Tabanan,” ujar Ardika.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya sebuah HP merk Oppo, empat lembar uang dolar AS yang terdiri atas tiga lembar pecahan 20 dolar dan selembar pecahan lima dolar. “Barang bukti berupa sebuah HP Samsung dan perhiasan masih dalam pencarian. Guna proses hukum selanjutnya, tersangka kami tahan,” tegas Ardika. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.