Razia Prokes di Sanur, 8 Pelanggar Diberi Sanksi

Pelaksanaan Razia Penegakan Prokes di Desa Sanur Kaja 
188 Melihat

DENPASAR, POS BALI-  Sebanyak delapan orang terjaring razia penerapan protokol kesehatan (Prokes) di Desa Sanur Kaja, Denpasar, Senin (2/11/2020).

Razia dalam rangka penegakkan Pergub Nomor 46 tahun 2020 tentang  Penerapan Disiplin dan Upaya Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, dan Peraturan Walikota Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan itu melibatkan Tim Gabungan yang terdiri atas unsur TNI/Polri, Dishub, Sat Pol PP, Linmas, Satgas Gotong Royong Desa Sanur Kaja.

Razia yang dipimpin Kasat Ops Amanusa II Polresta Denpasar, Iptu AA Putu Wisamara Putra bersama Perbekel Desa Sanur Kaja I Made Sudana ini menyasar dua lokasi yakni kawasan Simpang Hang Tuah Grand Bali Beach dan Kawasan Pantai Sanur.

“Selama dua jam aksi kami hanya menemukan delapan orang yang melanggar, dan yang lainya terpantau sudah menerapkan dengan baik,” kata Perbekel Desa Sanur Kaja I Made Sudana.

 Dari delapan orang yang terjaring razia itu, tujuh orang di antaranya tidak menggunakan masker dengan baik dan benar. Mereka diganjar sanksi denda sesuai Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020. Satu orang lainya diberikan teguran simpati karena memakai masker yang tidak sempurna .

Made Sudana menjelaskan razia itu dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19  dengan mengecek penerapan prokes kepada pedagang, pengendara, masyarakat dan pengunjung kawasan Pantai Sanur.

Pihaknya menjatuhkan sanksi denda bagi pelanggar Prokes untuk memberikan efek jera sehingga masyarakat disiplin menerapkan Prokes.

“Jadi dengan melaksanakan razia ini diharapkan masyarakat semakin meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Made Sudana.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19 ini diperlukan kerjasama seluruh stakeholder, terutama masyarakat. Hal ini lantaran masyarakat merupakan garda terdapan dalam pencegahan penularan Covid-19. “Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan adalah kunci utama, tetap produktif, tapi protokol kesehatan wajib,” ujarnya.(*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.