Ratusan Warga Terpapar Corona di Bangli Diizinkan Isoman di Rumah

I Wayan Dirgayusa
135 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Secara resmi Pemkab Bangli menyediakan lima tempat isolasi terpusat (isoter), yakni gedung Diklat RSJP Bali, SKB Kayuambua, rumah dinas Kapolsek Bangli, rumah dinas Kapolsek Susut, dan Asrama Kodim Bangli. Namun, sejauh ini pelaksanaan isoter di Bangli terkesan belum dijalankan optimal.

Sesuai data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangli per tanggal 1 Agustus 2021, tercatat 256 orang dibolehkan menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Humas GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Senin (2/8/2021) berkata, banyaknya warga terpapar Covid-19 yang menjalani isoman karena merupakan klaster keluarga. “Dan, itu kasusnya sudah duluan dari penetapan adanya isoter, yang kami laksanakan sejak tanggal 24 Juli lalu,” jelasnya.

Dia mengakui, sesuai instruksi Gubernur Bali, warga yang terpapar Covid-19 harus menjalani isoter. Tetapi untuk di keluarga pun, dia menyebut mereka sudah isolasi terpusat dengan diawasi satgas desa. Isolasi itu ada tingkatannya, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. “Jadi, yang menjalani isoman itu tetap menjalani isoter di tingkat desa,” kilahnya.

Sejauh ini, dia mengakui juga Pemkab Bangli memberi kelonggaran jika dalam satu keluarga terdapat lebih dari satu orang yang terpapar Covid-19 untuk isoman.

Terkait hasil evaluasi pelaksanaan PPKM Level 3, dia berujar masih terjadi fluktuasi kasus. Dalam satu hari kadang-kadang kasusnya naik, kadang turun. Hanya, secara komulatif cenderung masih naik dari data sebelumnya.

Pihaknya akan meningkatkan jumlah tracing (pelacakan), sesuai surat edaran akan diperluas dengan perbandingan per satu kasus akan dilakukan tracing hingga 20 orang. Selain itu akan mempercepat capaian vaksin tahap II, yang sekarang dimulai di tujuh desa. Untuk yang masih tercecer pada tahap satu, diharap segera melapor ke puskesmas terdekat agar bisa dijadwalkan. “Jika kembali terjadi kenaikan kasus, kami sudah koordinasi dengan RSU Bangli dan BMC untuk kesiapan tempat tidur untuk perawatan,” urainya.

Sebelumnya, mengacu laporan perkembangan Covid-19 Kabupaten Bangli, per tanggal 2 Agustus 2021 tercatat warga Bangli yang terpapar mencapai 3.396 orang. Rinciannya, 2.849 dinyatakan sembuh, masih dirawat sebanyak 405 orang, dan meninggal 146 kasus. Sementara jika dibandingkan hari sebelumnya, terjadi penambahan 38 kasus, 38 yang sembuh dan tambahan enam orang meninggal.

Dari 405 kasus yang menjalani perawatan, 45 orang dirawat di RSU Bangli, 39 di RS BMC, 83 di isoter di RSJ. Sementara di SKB Kayuambua, sampai saat ini masih nihil yang menjalani isoter. Sisanya sebanyak sebanyak 256 orang menjalani isoman.

Kapolres Bangli, AKBP IGA Dhana Aryawan, mendaku turut menyiapkan dua tempat untuk isoter, yakni rumah dinas (rumdin) Kapolsek Kota Bangli dan rumdin Kapolsek Susut dengan kapasitas masing-masing tiga kamar. Untuk rumdin Kapolsek Kota saat ini sudah terisi tujuh orang, sedangkan untuk rumdin Kapolsek Susut sempat terisi satu keluarga yang terdiri dari tiga orang.

“Karena sudah selesai masa karantina selama 10 hari, sudah boleh pulang. Sekarang sudah dilakukan sterilisasi dengan disinfektan,” jelasnya.

Turut menyiapkan tempat isoter itu, sambungnya, untuk mengurangi beban isoter di gedung Diklat RSJ. Untuk obat-obatan dan makanan, tegasnya tetap ditanggung Pemkab Bangli. “Selama ini kebetulan rumdin tersebut memang kosong. Yang terdekat di sana boleh melakukan karantina di sana,” pungkasnya. gia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.