Ratusan Orang Ikuti Pawintenan Massal yang Digelar Pedukuhan Sidha Swasti

Ratusan peserta upacara saat mengikuti rangkaian prosesi pawintenan di Pura Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (30/8).
2,182 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Pedukuhan Sidha Swasti menggelar upacara pawintenan massal yang diikuti sebanyak 365 orang yang berasal dari Bali dan luar Bali. Prosesi pawintenan diadakan di Pura Besakih, Rendang, Karangasen, bertepatan dengan Tilem Karo, Jumat (30/8).

Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti didampingi Jro Mangku Ketut Suryadi, menyampaikan, dalam pelaksanaannya, selain diadakan pawintenan bagi mangku anyar  lanang-istri, penyepuhan pemangku, juga ikut serta pewintenan sari bagi teruna-teruni yang belum pernah mawinten.

“Selain Pesraman Pemangku Siddha Swasti seluruh Bali, peserta pawintenan ini juga ada yang dari Jakarta, Surabaya, dan Sulawesi. Ada mahasiswa hingga balian,” ujarnya.

Ritual ini digelar bertujuan untuk meningkatkan srada dan bhakti umat Hindu menurut tatwa. Dari sisi finansial, diadakan secara massal untuk membantu meringankan biaya bagi umat yang ikuti dalam pelaksanaan upacara. “Sebagai umat Hindu di Bali meyakini wajib melaksanakan upacara mawinten, ini berguna untuk penyucian diri secara lahir batin. Lalu selanjutnya dapat diamalkan dan dijalankan dalam kehidupan diri sendiri maupun kepada orang lain yang memerlukannya,” jelas Ida Pandita.

Lebih jauh dikatakan, upacara ini juga sebagai penyucian kembali atau mengajegkan pemangku suci dalam melayani umat. Hal ini dilakukan sebab setiap melaksanakan aktivitas keagamaan seorang pinandita harus suci lahir dan batin.

Para sulinggih yang muput (memimpin) upacara pawintenan massal.

Dijelaskan pula, prosesi pawintenan terdiri atas beberapa jenis. Pawintenan bunga atau sari untuk anak-anak. Pawintenan saraswati harus dilakukan sebelum belajar sastra. Ketika ingin belajar jadi pemangku, undagi, sanging, serati atau memadikan mayat ada pewintenan dasaguna. Ketika sudah melakukan serati atau balian dilakukan pewintenan ganapati. “Kalau pemangku untuk kahyangan tiga wajib melakukan pewintenan panca rsi. Besar kecilnya pewintenan bisa dilihat dari rerajahannya,” imbuhnya.

Ida Pandita menambahkan, Pedukuhan Sidha Swasti ke depan akan membuat acara massal lainnya seperti metatah massal dan sapuh leger yang dupayakan gratis. “Langkah awal kami dari pelayanan yang dimulai dengan pawintenan massal,” katanya.

Upacara pawintenan massal ini dipuput oleh Ida Pandita Dukuh Celagi Dharma Kirti, Ida Begawan Viveka Dharma, dan Ida Pedanda Sikara. Pelaksanaan upacara turut disaksikan oleh PHDI Kabupaten Karangasem. Wakil Ketua I PHDI Kabupaten Karangasem, Ida Made Pidada Manuaba, menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi acara pawintenan massal ini. Karena sangat membantu umat terutama pemangku. Diharapkannya upacara seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.