Rapat Rutin Disinkronkan dengan Tes Cepat Antigen

Bupati IGA Mas Sumatri diskrining dengan tes cepat antigen sebelum rapat rutin yang digelar sejumlah pimpinan pemerintah daerah di Karangasem, Rabu (20/1/2021).
229 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Rapat rutin yang digelar sejumlah pimpinan pemerintah daerah di Karangasem pada Rabu (20/1/2021), disinkronkan dengan tes cepat antigen terhadap seluruh peserta yang mengikuti rapat di wantilan kantor Bupati Karangasem. Sebelum rapat dimulai, seluruh peserta termasuk Bupati IGA Mas Sumatri diskrining dengan tes cepat antigen di depan aula gedung.

Langkah ini ini dilakukan guna memastikan seluruh peserta rapat bebas Covid-19. Dalam waktu 20 menit hasilnya dapat diketahui. Bupati Mas Sumatri, Wabup Artha Dipa, Sekda Sedana Merta serta 64 pejabat lainnya menunjukkan hasil nonreaktif, dan rapat berjalan dengan lancar.

Bupati Mas Sumatri mengimbau, meskipun hasil yang keluar nonreaktif, semua pihak dimohon tetap menegakkan protokol Kesehatan. Sebab, hasil nonreaktif tidak menyingkirkan kemungkinan terinfeksi Covid, sehingga masih bisa beresiko menularkan ke orang lain. “Peserta rapat saya minta tetap disiplin melaksanakan prokes Covid-19,” ajaknya.

Imbauan itu dipertegas dr. I Komang Wirya sebagai dokter penanggung jawab UPTD Labkes Karangasem. “Hasil negatif dapat terjadi dalam kondisi kuantitas antigen pada spesimen di bawah level deteksi alat,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, staf di lingkungan Setda yang memiliki mobilitas tinggi mendampingi pimpinan juga melakukan tes cepat antigen. Seperti bagian humas, ajudan, sekpri, patwal dan sopir.

Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta, menambahkan, pada prinsipnya semua pihak harus melihat klaster perkantoran. Meski dari sisi jumlah masih terukur, tapi dengan tes cepat antigen dapat dideteksi aparat di pemkab yang berindikasi. Jika diketahui, siapapun akan makin hati-hati. “Kita ingin juga memberi contoh bahwa dengan tes cepat ini juga merupakan proses awal mengamankan pelayanan pemerintah,” ungkapnya.

Jika pemerintah banyak yang positif Corona, urainya, masyarakat juga akan tidak bisa terlayani. Saat pelantikan Bupati baru nanti, bisa saja dilakukan prosedur serupa untuk mencegah terjadi penyebaran di lingkungan pemerintahan. “Sebenarnya ini rapat  rutin, cuma dikombinasikan dengan giat tes cepat antigen,” ujarnya.

Alasan klaster pemerintahan sangat diperhatikan, imbuhnya, karena ketika melayani masyarakat tapi ternyata tidak sehat, hasilnya tidak bagus. “Kita terlindungi, masyarakat juga semua kita lindungi dengan vaksinasi,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Putra Pertama, menambahkan, tes cepat antigen untuk skrining awal. Dia berkata belakangan berkembang beberapa klaster. Selain klaster upacara adat dan klaster keluarga, klaster perkantoran disebut sebagai salah satu penyebab naiknya kasus Corona. Pemerintah daerah berupaya menekan supaya tidak ada klaster perkantoran, salah satunya dengan tes cepat antigen.  017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.