Puri Kukuh Pertemukan Lima Puri Trah Bethara Sri Arya Sentong Satrianing Dalem Ngemangku Bumi Kembali Bersatu

2,018 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Keluarga besar Trah Bethara Sri Arya Sentong Satrianing Dalem Ngemangku Bumi dari lima Puri di Bali untuk pertama kalinya bisa menggelar pertemuan besar di Puri Kukuh, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu (24/8/2019) malam. Pertemuan besar antara Puri-puri pewaris Trah Bethara Sri Arya Sentong tersebut bertujuan untuk meraketkan persaudaraan antara warih atau Trah Bethara Sri Arya Sentong di Bali. Pertemuan tersebut langsung dihadiri oleh penglingsir masing-masing puri, untuk Puri Carangsari dihadiri oleh Anak Agung Ngurah Bagus Suarmandala, Puri Belayu, I Gusti Ngurah Gede Wijaya, Puri Perean, I Gusti Ngurah Oka Sparsa, Puri Marga, I Gusti Ngurah Bagus Darma Putra dan Puri Kukuh, I Gusti Ngurah Putra.

Usai pertemuan pertemuan, Penglingsir Puri Carangsari, Anak Agung Ngurah Bagus Suarmandala mengungkapkan, pertemuan besar antara Puri Pewaris Trah Bethara Sira Arya Sentong di Bali ini bertujuan untuk meraketkan rasa persaudaraan antara pewaris atau keturuan Trah Bethara Sri Arya Sentong di Bali. Dimana pertemuan besar yang bisa dihadiri oleh lima puri dari pewaris Trah Bethara Sira Arya Sentong ini merupakan gagasan dari Puri Kukuh untuk menyatukan kembali pewaris Trah Bethara Sri Arya Sentong dari Puri seluruh Bali. “Pertemuan ini bertujuan untuk meraketkan persaudaraan dari Trah Bethara Sri Arya Sentong di Bali. Ini inisiatif semeton ageng dari Puri Kukuh, karena Puri Kukuh yang mengukuhkan leluhur, ini inisiatif Puri Kukuh untuk menyatukan lagi Puri Trah Bethara Sri Arya Sentong,” ungkapnya.

Selain untuk mempererat rasa persaudaraan pada pertemuan besar tersebut juga membahas terkait adanya sebuah paiketan (perkumpulan) yang mengatasnamakan Trah Bethara Sira Arya Sentong. Namun paiketan tersebut berasal dari Arya Sentong yang berasal dari luar puri. Menurut Anak Agung Ngurah Bagus Suarmandala, saat ini ada pihak yang mengatasnamakan keturunan dari Arya Sentong membuat sebuah paiketan atau perkumpulan, namun mereka bukan trah dari lima puri tersebut. Untuk itu dalam pertemuan besar antara Puri-puri pewaris Trah Bethara Sri Arya Sentong mengambil sikap, yaitu tidak melarang mereka untuk membuat sebuah paiketan atau perkumpulan, tapi pihak kelima puri pewaris dari Trah Bethara Arya Sentong tidak menyetujui paiketan tersebut mengatasnamakan Trah Bethara Sri Arya Sentong.

“Tetapi kalau mereka mau membuat paiketan jangan memakai nama Arya Sentong. Jadi terkait Paiketan Arya Sentong di luar puri, kami tidak menyetujui tapi juga tidak melarang, karena negara memberikan kebebasan untuk berserikat dan berkumpul. Tapi kalau ada paiketan dari puri kita akan setujui, kalau yang diluar tidak kami setujui. Kalau mereka mau buat paiketan silahkan, tapi namanya harus diubah jangan pakai nama Arya Sentong dan puri sepakat tidak ikut campur terkait paikan tersebut,” jelasnya. Lebih lanjut, selain untuk mereketkan hubungan antara keluarga besar pewaris Arya Sentong di Bali, dalam pertemuan tersebut juga membahas masalah sesembahan, merajan, dan terkait sesembahan di kahyangan jagat, karena semua Puri-puri pewaris Trah Bethara Sri Arya Sentong merupakan penganceng beberapa Pura Kahyangan Jagat di Bali.

Pada pertemuan besar tersebut juga dibentuk sebuah paiketan antara keluarga Puri-puri pewaris Trah Bethara Sri Arya Sentong di Bali. “Untuk merekatkan antara pewaris Trah Bethara Sri Arya Sentong kami juga membuat paiketan dan hari sudah terbentuk yang namanya Paiketan Pewaris Ida Bhatara Leluhur Sri Arya Sentong,” tandasnya. 016

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.