Pura Pasar Agung Batur, Stana Hyang Dewi Danuh di Pusar Gunung Batur

Sajian Baris Batur sebagai kelengkapan sarana mlaspas, mendem padagingan, dan ngenteg linggih
Sajian Baris Batur sebagai kelengkapan sarana mlaspas, mendem padagingan, dan ngenteg linggih
2,152 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Redite (Minggu) Paing Ugu, 3 November 2019, masyarakat Desa Adat Batur menggelar upacara pamlaspas, ngenteg linggih, dan mendem padangingan di Pura Pasar Agung Batur. Upacara itu pun menjadi tonggak peresmian tempat suci yang lokasinya berada di pusar satu dari dua gunung api di Bali.

Secara fungsional, Pura Pasar Agung Batur merupakan satu dari sejumlah Pura Pangideran Ulun Danu Batur, tempat pemuliaan Ida Bhatari Dewi Danuh. Pura-pura yang tergolong pangideran tersebar di sejumlah titik di Kaldera Batur. Beberapa diantaranya adalah Pura Jati, Pura Taman Sari, Pura Tirta Mas Mampeh, Pura Tirta Mas Bungkah, dan lain-lain.

Jero Gede Batur Duwuran (Kanginan), di pura setempat, Sabtu (2/11) menjelaskan, Pura Pasar Agung Batur pada hakekatnya adalah pasar niskala. Sebagai pasar niskala, masyarakat meyakini di tempat tersebut terjadi proses penyebarluasan kesejahteraan hidup (amreta).

Posisinya yang berada di tengah-tengah (madyaning) gunung sebagai simbol terjadinya interaksi niskala antara bhakta dengan Hyang Bhatari Dewi Danuh yang berstana di puncak Gunung Batur. Terlebih, dalam konsep spiritual Bali, Bhatari Dewi Danuh adalah putri Hyang Pasupati yang ditugaskan sebagai penguasa unsur material (pradana) Bali, bersanding dengan Hyang Bhatara Putrajaya sebagai penguasa jiwa (purusa) Bali yang berstana di Gunung Agung.

“Pura Pasar Agung merupakan salah satu Pura Pangideran Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur. Pasar Agung tempat memohon amreta, sebab Ida Bhatari (Danuh) sebagai yang memiliki amreta di dunia. Dari tempat ini umat akan memohon kesejahteraan hidup,” jelasnya.

Hal senada dinyatakan pegiat literasi tradisi Batur dan Bali Mula, I Wayan Sukadia. Dalam bukunya yang berjudul “Pura Pasar Agung Pesanakan Pura Ulun Danu Batur di Madyaning Gunung Batur” (2019) diterangkan keberadaan Pura Pasar Agung Batur tak terlepas dari keberadaan Gunung Batur sebagai satu dari gunung yang dipandang suci oleh masyarakat Bali. Mitologi yang berkembang dan dituturkan dalam sejumlah teks tradisional, Gunung Batur merupakan “bongkahan” Gunung Mahameru yang dibawa ke Bali bersama Gunung Agung dan gunung-gunung lainnya sebagai pancang Pulau Bali.

Selanjutnya, Hyang Pasupati menugaskan putra-putrinya sebagai stana di masing-masing gunung. Gunung Batur dipilih sebagai stana Hyang Bhatari Dewi Danuh. “Pemujaan terhadap gunung sudah dilakukan manusia sejak masa prasejarah. Puncak dipandang sebagai stana para roh suci. Oleh karena Gunung Batur dipandang sebagai lingga Dewi Danuh, maka pentinglah dibuatkan tempat pemujaan Pura Pasar Agung ini,” katanya.

Ia menambahkan, Pura Pasar Agung Batur sejalan fungsinya dengan Pura Pasar Agung di Gunung Agung dan Pura Pasar Agung di Pura Lempuyang, maupun di gunung-gunung lainnya. “Disebut Pasar Agung karena merupakan pasarnya para dewa di kahyangan, oleh karena itu manusia diharapkan tidak boleh melalaikan, apalagi meremehkan hal itu, terlebih sampai meniadan aci-aci atau merusak kahyangan,” katanya. eri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.