Pura Pasar Agung Batur Ditemukan Lingga Batu Berwujud Badawangnala

Utama mandala Pura Pasar Agung Batur
Utama mandala Pura Pasar Agung Batur
601 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Berbagai kisah unik mengiringi pembangunan Pura Pasar Agung Batur sejak 2009 silam. Salah satunya adalah penemuan lingga berupa batu di dalam batu yang wujudnya mirip badawangnala (kura-kura).

Batu yang dipercayai sebagai lingga Ida Bhatari Batur itu ditemukan pada 1 September 2010, tepatnya pada Buda (Rabu) Kajeng, Paing, Wuku Wayang. Batu yang ditemukan tertutup batu yang lebih besar itu berdimensi 30 cm dengan tinggi 5 cm. Atas penemuan tersebut, petunjuk dari sejumlah sulinggih, serta kesepakatan masyarakat, batu tersebut kemudian disucikan, dan distanakan di Pura Ulun Danu Batur pada 10 Oktober 2010.

“Batu itu kami percayai sebagai lingga Ida Bhatari, sebagai ciri berkenan dan tepatnya kawasan ini dipilih sebagai tempat pembangunan Pura Pasar Agung,” ungkap Jero Gede Batur Duwuran, Sabtu (2/11).

Dituturkan, penemuan batu itu memang unik dan sarat nilai spiritual. Awal penataan kawasan yang mengharuskan meratakan batuan lahar Batur dituturkan begitu sulit dan butuh energi ekstra. Penggunaan alat berat menjadi kebutuhan, meski demikian sejumlah batu masih begitu kuat dan sulit dipecah.

“Banyak batu yang tidak bisa dipecah meski sudah dipukul-pukul berkali-kali saking kerasnya. Namun, tanpa diduga ada batu yang tanpa dipukul jatuh. Itulah batu lingga yang kami yakini sebagai ciri beliau. Lingga itu ditemukan di dalam batu, jadi batu di dalam batu. Setelahnya kita sucikan dan dijadikan lingga arca,” jelas Jero Gede Batur Duwuran.

Penemuan batu lingga itu semakin menguatkan srada bakti masyarakat Batur, hingga akhirnya semakin merapatkan barisan untuk merampungkan pembangunan. “Pura ini dibagi dalam empat mandala. Ada jabaan, jaba tengah, jeroan, dan utamaning utama mandala tempat palinggih utama berdiri,” jelasnya.

Areal jabaan dan jaba tengah dibatasi sebuah candi. Di areal jaba tengah terdapat bale gong, bale kulkul, dan bale pesandekan. Di pojok kanan, terdapat palinggih tempat ditemukanya batu lingga badawangnala.

Areal jeroan dan jaba tengah dibatasi kori agung dan candi. Di areal jeroan terdapat dua bale panjang, dan hanya dibatasi undakan dengan utamaning utama mandala. Di utama mandala terdapat sebuah jero agung, sepasang palinggih pengaruman, padmasana, meru tumpang lima, palinggih gedong, dan palinggih pertiwi. “Ida Bhatari berstana di meru tumpang lima, ada juga palinggih Sri Sedana, gedong pakira-kiran, pertiwi, padmasana, dan pengrurah,” tambah Jero Gede Batur Duwuran.

Ditambahkan, hingga saat ini pujawali di Pura Pasar Agung Batur belum ditentukan oleh masyarakat pangemong. “Belum kami tentukan pujawali-nya, masih bermusyawarah dulu mencari purnama yang tepat. Sebab, di Batur dari Purnama Kasa sampai Purnama Kadasa sudah penuh dengan upacara,” pungkasnya. eri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.