Pupus Harapan Zainal Tayeb, Eksepsi dan Penangguhan Ditolak Majelis Hakim

Zainal Tayeb didampingi dua kuasa hukum
Zainal Tayeb didampingi dua kuasa hukum
133 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Pupus sudah harapan promotor tinju dan juga pengusaha berdarah bugis, Zainal Tayeb untuk lepas dari kursi terdakwa.

Majelis hakim dalam putusan sela menolak eksepsi dari tim penasihat hukum pria berusia 65 tahun yang terjerat kasus dugaan menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta ontentik, ini dalam sidang, Selasa (22/9) yang digelar daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Majelis hakim yang diketuai, I Wayan Yasa itu menyatakan, menolak atau menyatakan eksepsi atau keberatan terdakwa atas dakwaan JPU tidak dapat diterima seluruhnya.

Sebaliknya majelis hakim menilai dakwaan JPU sudah tepat serta dapat dijadikan dasar untuk memeriksa perkara terdakwa.

Sementara terkait eksepsi kuasa hukum yang mengatakan bahwa perkara yang menjerat kliennya adalah perkara perdata, majelis berpendapat eksepsi terdakwa tersebut sudah masuk pada pokok perkara yang harus dibuktikan melalui pemeriksaan saksi-saksi.
“Menolak seluruh eksepsi terdakwa, dan memerintahkan jaksa untuk melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” tegas hakim dalam amar putusan selanya.

Usai membacakan putusan sela, hakim meminta JPU untuk menghadirkan saksi. Tapi karena jaksa belum siap menghadirkan saksi korban, Hedar Giacomo, sidang tidak bisa dilanjutkan hari ini.

Selain menolak eksepsi terdakwa, majelis hakim juga belum mengabulkan permintaan pengacara terdakwa untuk menggelar sidang secara tatap muka.
“Kami sudah putuskan dari sejak awal bahwa sidang tidak bisa di gelar secara tatap muka. Disamping itu dengan kondisi gedung pengadilan yang masih dalam tahap renovasi juga tidak memungkinkan menggelar sidang secara tatap muka,” tegas hakim.

Sementara soal permohonan pengalihan atau penanggugan penahanan yang diajukan oleh tim penasihat hukum terdakwa, sebelumnya juga sudah ditolak. “Permohonan pengalihan penahanan sudah ditolak saat sidang pembacaan dakwaan,” ujar Jaksa Imam Ramdhoni.

Dikatakan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dimulai pada, Kamis (2/10) mendatang. “Menurut majelis hakim sidang masih tetap digelar secara online,” kata jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung ini. 009/003

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.