PTN dan PTS Bakal Tatap Muka dengan Prokes Ketat

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Nizam saat memberikan keterangan kepada awak media
217 Melihat

MANGUPURA, posbali.co.id – Memasuki tahun ajaran baru, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) direncanakan bakal menerapkan pembelajaran secara tatap muka dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Kendati demikian, kebijakan itu juga menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di daerah masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Nizam.

Pihaknya akan mengoptimalkan pembelajaran kaum intelektual secara kenormalan baru dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M.

Yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, dan meningkatkan imun.

“Kampus bisa berjalan dengan kenormalan baru dengan menerapkan 5M,” ungkapnya saat jumpa pers melalui aplikasi zoom seusai Rapat Koordinasi Implementasi Kebijakan Kampus Merdeka dan Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Bali, Senin (21/6) sore.

Pihaknya tak menampik, beberapa hari belakangan ini terjadi lonjakan kasus Covid-19. Kata dia, hal itu dipicu karena mobilitas masyarakat yang tinggi pascalibur lebaran.

Seperti, sebut dia, kembali ramainya mal-mal, pasar, kafe, serta tempat lainnya. Sementara itu, untuk kegiatan pembelajaran secara langsung tidak diadakan.

“Prokes kampus lebih ketat dibandingkan dengan pasar, mal, atau kafe. Jadi daripada ramai di mal, lebih baik kembali ke sekolah/kampus. Akan tetapi menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, pembelajaran secara langsung dilakukan secara dinamis. Ketika terjadi hal-hal yang tidak diingikan, maka dengan cepat dilakukan sterilisasi.

“Jadi pembelajaran di masa pandemi ini, dilakukan dengan cepat beradaptasi, dan melakukan kreasi serta inovasi learning,” jelasnya.

Prof. Nizam menambahkan, kebijakan itu diambil secara fleksibel dan adaptif menyesuaikan dengan kemampuan beradaptasi berubah setiap saat.

Pihaknya juga mengungkapkan, pembelajaran tatap muka yang selama ini dilakukan kampus-kampus karena pelajaran yang diberikan tidak memungkinkan secara daring, telah berjalan dengan baik.

“Selama protokol kesehatan itu diikuti dengan baik, maka penularan itu bisa ditekan,” tandasnya. alt.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.