Program Pembangunan Sektor Pawongan, Rutin Bagi-Bagi Daging

proses pembagian daging babi di Tanjung Benoa
540 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Pembangunan di sektor Pawongan menjadi konsentrasi yang terus digarap oleh Desa Adat Tanjung Benoa. Salah satu upaya yang ditempuh menjabarkan hal tersebut adalah dengan program pembagian daging babi terkait mepatung pada saat hari raya Galungan dan pembagian daging ayam saat hari raya Nyepi. Tujuannya dari kegiatan tersebut adalah untuk meringankan beban kerama adat, saat merayakan hari raya Galungan dan Nyepi. Sebab pada saat itu, pengeluaran kerama dirasa cukuplah besar.

Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya menerangkan program tersebut dilahirkan atas dasar kebutuhan dan potensi yang ada di desa, atas kolaborasi bendesa, prajuru dengan LPD. Senin (17/2) pembagian daging babi terkait hari raya Galungan kembali digelar. Kali ini total daging  babi yang dibagikan adalah 1,600 kg, bagi 800 KK kerama adat Kedonganan, ditambah uang jatu bumbu senilai Rp 50 ribu. “Masing-masing kerama adat mendapatkan jatah 2 kg daging babi. Ini merupakan program rutin bertepatan dengan hari raya Galungan,”terangnya.

Selain untuk meringankan beban masyarakat, program tersebut juga untuk memupuk rasa kebersamaan. Sebab Tanjung Benoa yang memiliki potensi di sektor pariwisata, sudah tentunya harus memiliki rasa kebersamaan yang erat. Bukan dalam menerima saja, tapi juga menjaga wewidangan desa adat, baik prhyangan, pelemahan dan pawongan. “Kedepan kami mengajak agar semua desa adat untuk mendekatkan para kerama terkait apa yang menjadi tugas dan kewajiban bersama,”ajaknya.

Selain program di bidang pawongan, perhatian juga diberikan pihaknya di sektor prhyangan. Yaitu dengan menjaga keasrian lingkungan, salah satunya melalui program pelayanan sampah kepada masyarakat. Hal itu untuk yang memberikan keringanan kepada masyarakat, sekaligus untuk membuat kawasan pariwisata Tanjung Benoa tetap bersih.

Sementara Ketua LPD Tanjung Benoa, Nyoman Suriadi Mardana menerangkan pembagian daging merupakan sinergi yang dibangun LPD dengan prajuru Desa Adat Tanjung Benoa. Selain itu pihaknya juga senantiasa bersinergi dan mendukung program desa adat, dalam upaya pelestarian adat, budaya dan agama. Salah satunya adalah program menyangkut Tri Hita Karana, baik pelemahan, prhyangan dan pawongan. “Ini program mepatung yang ke-8 kalinya, sejak tahun 2016. Kali ini kita bagikan total 1,600 kg daging babi kepada kerama adat Tanjung Benoa,”terangnya.

Melalui moment tersebut, pihaknya juga berupaya untuk menjaga stabilitas harga daging babi. Sebab saat ini diketahui, Bali sedang diterpa isu virus ASF yang membuat peternak mengalami kerugian. Tentunya program tersebut akan membuat peternak tidap perlu kesulitan memasarkan daging babi, begitu juga krama tidak perlu takut mengkonsumsi daging babi, sebab pihaknya mencari daging babi berdasarkan refrensi klinik dan dokter hewan, serta rekomendasi dari dinas peternakan kabupaten Badung. “Jadi tempat kita membeli daging babi itu sehat. Kami membeli daging babi di peternak di Badung utara,”imbuhnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.