Produksi Petani Lokal Bali Berorientasi Pasar dan Ekspor

Ket foto : Kadis Pertanian Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M. Si (tengah) buka FGD Pet Tematik Sentra Produksi Pertanian.
Ket foto : Kadis Pertanian Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M. Si (tengah) buka FGD Pet Tematik Sentra Produksi Pertanian.
614 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Untuk memperkuat daya tawar dan daya saing petani lokal, Pemprov Bali melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru terus melakukan berbagai terobosan. Kali ini dilakukan melakui penyusunan peta tematik sentra produksi pertanian mendukung Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanafaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Penyempurnaan program ini dimatangkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultur dan Perkebunan Provinsi Bali bekerjasama dengan Udayana Community Development Programme dan Perusda Provinsi Bali.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si. menjelaskan data dan peta tematik sentra produksi pertanian juga ditegaskan Wisnuardhana tidak saja memuat lokasi, jumlah produksi dan waktu ketersedian produk saja namun juga berisi rekomendasi upaya-upaya yang perlu dilakukan agar produksi pertanian dapat tersedia secara berkelanjutan dan memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. “Dengan pelaksanaan FGD ini diharapkan dapat diperoleh saran masukkan untuk penyempurnaan Buku Peta Tematik Produk Pertanian Bali yang telah disusun baik oleh para pengguna maupun produsen produk pertanian. Dengan demikian diharapkan pemasaran produk pertanian lokal Bali ke Hotel, Restoran, Katering dan Swalayan dapat terus ditingkatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Udayana Community Development Programme, Prof. Suparta Utama didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Ir. Wayan Sunarta menegaskan penyusunan peta tematik sentra produksi sangat diperlukan seiring dukungan Pergub Nomer 99 Tahun 2018. Sehingga mampu mengukur kapasitas di sistem produksi untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Mengacu pada data, fakta serta informasi mengetahui sejauh mana ketimpangan antara kapasitas produksi dengan kebutuhan pasar. “Ini yang kita bicarakan untuk memperkecil gap, sehingga Pergub itu bisa dilaksanakan dengan baik. Segera akan kami bikin sesuai masukan, sehingga nanti bisa dijadikan pegangan bagi pemegang kebijakan serta pelaksanaan program dilapangan. Tanpa itu sulit bagi pemerintah membuat kebijakan,” tegasnya. 016

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.