Prajuru Desa Adat Keramas Mejaya-Jaya, Pengukuhan Dilaksanakan Terpisah

Upacara mejaya-jaya Prajuru Desa Adat masa bakti 2021-2026, di-puput Ida Pedanda Geria Kekeran, Rabu (13/1/2021).
49 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Desa Adat Keramas menggelar upacara mejaya-jaya para prajuru masa bakti 2021-2026, Rabu (13/1/2021), bertepatan piodalan di Pura Melanting, Desa Adat Keramas. Upacara berdasarkan paruman Desa Adat Keramas pada 27 Desember 2020 ini dilaksanakan di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Keramas, di-puput Ida Pedanda Geria Kekeran. Upacara tersebut juga merupakan dresta atau tradisi serta awig-awig Desa Adat Keramas setiap ada prajuru baru.

Ketua Panitia Musyawarah Pemilihan, I Gusti Made Toya, mengatakan, upacara mejaya-jayadilakukan untuk memohon restu ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebelum Bendesa Adat dan prajuru adat melaksanakan tugas. Mejaya-jaya disebut sebagai prosesi upacara secara niskala, dalam bentuk ritual agama yang disesuaikan dengan dresta masing-masing desa adat.

Terkait dengan SK Prajuru Desa Adat, Toya menyebut penyerahan SK akan dilakukan dalam acara pengukuhan oleh Mejelis Desa Adat (MDA). Dalam prosesi mejaya-jaya ini tidak ada penyerahan SK prajuru dari MDA, sehingga upacara tidak dilakukan bersamaan dengan upacara pengukuhan. “Acara pengukuhan prajuru akan dilaksanakan terpisah setelah upacara mejaya-jaya, dan kami akan jadwalkan hari baiknya lagi untuk pengukuhan,” ungkapnya.

Acara pengukuhan merupakan prosesi sekala yang prosesnya ditentukan pedoman Ngadegang Bendesa dari MDA Provinsi Bali. Pengukuhan dan pejaya-jayaan tersebut, terangnya, merupakan dua hal yang berbeda, yakni secara administratif dan secara dresta. Karena itu tidak ada ketentuan wajib keduanya harus dilakukan bersamaan.

Adanya penolakan dua calon bendesa, I Gusti Agung Suadnyana dan I Nyoman Kantor Wirawan, yang kalah dalam paruman desa tanggal 19 Desember 2020, panitia pemilihan menilai hal itu sebagai dinamika dalam proses demokrasi. Namun, penolakan keduanya dalam paruman Desa Adat Keramas tanggal 27 Desember 2020 telah ditolak warga, dan paruman menguatkan kembali hasil paruman yang memilih I Nyoman Puja Waisnawa kembali sebagai Bendesa Adat masa bakti 2021-2026.

Selain itu, penolakan kedua calon tersebut ditangani di MDA Provinsi Bali pada 8 Januari 2021. Kedua calon yang menolak, MDA Kecamatan, MDA Kabupaten, Panitia Pemilihan dan prajuru desa sudah dimintai keterangan oleh MDA Provinsi Bali. Kini, tinggal menunggu keputusan dari MDA Provinsi Bali. adi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.