PPKM Darurat Ketat, Kasus Tetap Meningkat

304 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Bali menerapkan PPKM Darurat untuk mengganggulangi penyebaran Covid-19 yang semakin mengganas. Sayangnya, di tengah ketatnya kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, kasus Covid-19 malah meningkat naik. Anomali itu terjadi saat dimulai penerapan PPKM Darurat, kasus terkonfirmasi harian meningkat drastis. Bahkan pertambahan harian sempat tembus di atas 600 orang.

Menyikapi kasus yang terus meningkat, Pemerintah Provinsi Bali dengan mengandeng diantaranya pihak kepolisian, TNI serta Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan evalauasi PPKM Darurat. Hasilnya, 12 kesepakatan diputuskan. Salah satunya jam operasional disepakati tutup pukul 20.00 WITA.

Mobilitas Penduduk Tinggi 

Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, tingkat penyebaran Covid-19 yang belakangan mengalami peningkatan disinyalir akibat mobilitas penduduk Bali relative masih cukup tinggi, sehingga PPKM Darurat menjadi langkah untuk kembali dilakukan Pemerintah Provinsi Bali.

“Pemberlakuakn PPKM Darurat ini pada dasarnya berfungsi untuk membatasi dan mengendalikan mobilitas penduduk, karena mobilitas penduduk ini masih berpotensi menyebarkan Covid-19, mengingat pertumbuhan harian Covid-19 di Bali semakin memperlihatkan dinamika yang naik,” katanya belum lama ini.

Terpapar Sebelum PPKM Darurat

Pengamat Kesehatan dr. Made Rendra Wisnu Rahasbistara, S.Ked., mengatakan, terkonfirmasi yang meningkat di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat akibat banyaknya yang sadar untuk memeriksakan diri. Selain itu, dia menduga pertambahan kasus terkonfirmasi karena sebelum PPKM Darurat telah terpapar, namun terdeteksi saat ini.

“Masyarakat banyak yang sudah sadar dan mengikuti rapid tes antigen maupun PCR, sehingga semakin banyak yang mengikuti tes, maka makin banyak hasilnya. Apalagi saat ini banyak ada persyaratan yang harus melampirkan rapid tes antigen maupun PCR,” bebernya.

Dikatakan, pemicu tingginya terkonfirmasi positif di Bali, khususnya seusai liburan karena mobilitas tinggi. Mulainya pekerja yang datang dari luar Bali yang disinyalir telah terinfeksi namun tidak terdeteksi. “Jadi untuk menghindari virus coroana ini, yakni disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pertama memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan, kemudian menghindari kerumunan,” tandasnya.

PPKM Darurat Selamatkan Masyarakat 

Sementara itu, tokoh masyarakat asal Sesetan Wayan Sari Galung mengatakan, PPKM Darurat ini sebagai upaya dari pihak pemerintah untuk menyelamatkan masyarakat dari virus corona ini. Menurutnya, segala kebijakan yang dituangkan baik dalam bentuk instruksi, edaran, imbauan dan lainnya, telah dikaji dengan matang dan penuh pertimbangan sebelum diberlakukan di masyarakat.

“PPKM Darurat ini bertujuan untuk menekan penyebaran virus corona. Karena kasus terkonfirmasi positif di Bali sangat meningkat drastis. Tentunya pemerintah berkewajiban menarapkan kebijakan pusat untuk menyelamatkan masyarakat,” beber Sari Galung yang juga anggota DPRD Bali ini.

Pihaknya berharap, masyarakat dengan sadar dan sabar menyikapi kebijakan ini untuk keselamatan bersama. “Untuk itu saya harap masyarakat tetap menerapkan prokes. Kendatipun telah divaksin, tapi kita harus tetap waspada dan menjalakan 6M di mana saja dan kapan saja. Yaitu memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan. Selain itu, masyarakat jangan berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.